Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Zalfa Mufida

FOMO dan Gaya Hidup Konsumtif Mahasiswa di Era Digital

Gaya Hidup | 2026-07-24 18:17:31

Media sosial telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan mahasiswa. Berbagai tren, mulai dari tempat nongkrong terbaru, produk kecantikan, hingga gawai keluaran terbaru, dengan mudah muncul di layar ponsel setiap hari. Di balik kemudahan memperoleh informasi tersebut, muncul fenomena yang semakin sering dirasakan generasi muda, yaitu Fear of Missing Out atau FOMO. Kondisi ini membuat seseorang merasa takut tertinggal dari orang lain sehingga terdorong mengikuti tren meskipun sebenarnya tidak terlalu membutuhkan.

Fenomena FOMO tidak hanya memengaruhi gaya hidup, tetapi juga keputusan finansial. Banyak mahasiswa yang membeli suatu barang bukan karena kebutuhan, melainkan karena ingin merasa setara dengan lingkungan pertemanannya. Ketika teman memiliki sepatu baru, mencoba kafe yang sedang viral, atau menggunakan gawai terbaru, muncul keinginan untuk melakukan hal yang sama agar tidak merasa tertinggal.

Perkembangan media sosial semakin memperkuat perilaku tersebut. Berbagai konten yang menampilkan gaya hidup mewah sering kali menciptakan standar hidup yang sebenarnya tidak realistis. Tanpa disadari, mahasiswa mulai membandingkan kehidupannya dengan apa yang mereka lihat di internet. Padahal, tidak semua yang ditampilkan di media sosial mencerminkan kondisi yang sebenarnya.

Perilaku konsumtif yang dipicu oleh FOMO dapat memberikan dampak terhadap kondisi keuangan mahasiswa. Uang saku yang seharusnya digunakan untuk kebutuhan utama justru habis untuk memenuhi keinginan sesaat. Bahkan, tidak sedikit yang mulai memanfaatkan layanan pembayaran digital atau PayLater demi mengikuti tren yang sedang berkembang. Apabila kebiasaan tersebut terus dilakukan tanpa perencanaan, kondisi keuangan dapat menjadi tidak sehat.

Menghadapi fenomena tersebut, mahasiswa perlu memiliki kemampuan mengelola keuangan yang baik. Menyusun anggaran bulanan, membedakan kebutuhan dan keinginan, serta belajar menunda kepuasan merupakan langkah sederhana yang dapat membantu mengurangi perilaku konsumtif. Selain itu, membatasi paparan konten yang memicu perbandingan sosial juga dapat menjadi cara untuk menjaga kesehatan finansial maupun kesehatan mental.

Pada akhirnya, mengikuti perkembangan zaman bukanlah hal yang salah. Namun, akan lebih bijaksana apabila setiap keputusan pembelian didasarkan pada kebutuhan dan kemampuan finansial, bukan semata-mata karena takut dianggap tertinggal. Mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa perlu membangun kebiasaan mengelola keuangan secara bijak sejak dini agar mampu menghadapi tantangan ekonomi di masa depan.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image