Kumuh di Sisi Indah
Sastra | 2026-07-22 15:17:25
Bagimu, sawah itu lukisan.
Bagiku, ia keringat yang tak pernah cukup.
Bagimu, laba-laba menenun keindahan.
Bagiku, ia menjerat lapar di sudut.
Bagimu, gerimis adalah rintik syair.
Bagiku, hujan adalah atap yang bocor.
Aku ngeri
Kau asik nonton film horor
saat kasetnya usang dibuang di antara semut dan lalat
aku masukan ke dalam karung
kutukar sebungkus nasi
Kau lihat indah.
Aku menelan kumuh.
Dan kita menyebutnya hidup yang sama.
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
