Guru MAN 3 Bantul Timba llmu Bahasa Indonesia pada Naskah Dinas dan Publikasi
Pendidikan dan Literasi | 2026-07-22 08:54:23
Bantul (MAN 3 Bantul) - Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bantul menggelar Pelatihan Penggunaan Bahasa Indonesia pada Naskah Dinas dan Publikasi di Aula MAN 1 Bantul pada Kamis (09/07/2026). Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas tata bahasa dan profesionalisme aparatur dalam menyusun dokumen resmi serta materi publikasi. Guru MAN 3 Bantul, Abban Said, hadir mewakili kepala madrasah yang diundang ke acara tersebut. Acara resmi dibuka dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya yang diikuti oleh seluruh peserta dengan khidmat.
Meningkatkan Mutu Komunikasi Publik
Dalam sambutannya, Kepala Subbagian Tata Usaha (Kasubbag TU) Kemenag Bantul, Aminuddin, menekankan pentingnya akurasi berbahasa di lingkungan instansi pemerintah. Dokumen kedinasan dan publikasi media massa tidak hanya harus informatif, tetapi juga wajib mematuhi kaidah kebahasaan yang baik dan benar.
"Bahasa dalam naskah dinas dan publikasi mencerminkan
profesionalisme institusi. Melalui pelatihan ini, kita berharap kualitas komunikasi publik Kemenag Bantul semakin prima dan minim kekeliruan," ujarnya.
Pemaparan Materi oleh Balai Bahasa
Memasuki acara inti, panitia menghadirkan narasumber ahli dari Balai Bahasa Provinsi Daerah lstimewa Yogyakarta, Wahyu Sekar Sari. Dalam pemaparannya, Wahyu mengupas tuntas berbagai materi krusial, di antaranya:
• Penyusunan Naskah Dinas: Tata cara penulisan surat
resmi, nota dinas, dan laporan sesuai pedoman terbaru.
• Kaidah Ejaan dan Diksi: Penggunaan Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan (EYD) serta pemilihan kata yang tepat untuk media massa.
• Praktik Penyuntingan: Simulasi langsung memperbaiki
kesalahan-kesalahan umum yang sering ditemukan dalam rilis berita dan dokumen resmi.
Para peserta yang terdiri dari pengelola humas, pranata komputer, dan perwakilan satuan kerja di bawah Kemenag Bantul tampak antusias mengikuti jalannya diskusi dan tanya jawab.
Penutup
Kegiatan pelatihan ini diakhiri dengan sesi foto bersama dan doa penutup. Melalui pembekalan intensif ini, seluruh peserta diharapkan dapat langsung mengaplikasikan ilmu yang didapat untuk menyajikan informasi dan dokumentasi yang lebih tertib asas serta edukatif bagi masyarakat. (abb)
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
