Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Rut Sri Wahyuningsih

Pendidikan Terlantar, Demi KDMP Berkibar

Politik | 2026-07-17 19:32:03

Sungguh miris, di tengah fakta rendahnya literasi anak bangsa, sebuah bangunan yang awalnya menjadi perpustakaan, sanggar tari dan ruang kepala sekolah SDN Tlogo 2, Desa Tlogo, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar, Jawa Timur dua bulan lalu dirobohkan oleh kontraktor proyek pembangunan gerai KDMP Desa Tlogo (kompas.com,14-7-2026).

SDN Tlogo 2 yang terletak persis di seberang Kantor Desa Tlogo merupakan sekolah hasil penyatuan (merger) tiga SDN, yakni SDN Tlogo 1, SDN Tlogo 3 dan SDN Tlogo 2. Bangunan SDN Tlogo 1 dan SDN Tlogo 2 itu berdiri berhimpitan sehingga setelah penyatuan, bangunan dan lahan SDN Tlogo 1 dimanfaatkan untuk kegiatan SDN Tlogo 2.

Pemerintah Desa Tlogo mengklaim lahan yang digunakan SDN Tlogo 2, termasuk SDN Tlogo 1, adalah aset desa. Namun, tanpa ada komunikasi yang baik dengan SDN Tlogo 2, Pemerintah Desa Tlogo mengincar lahan bekas SDN Tlogo 1 untuk disediakan sebagai lokasi pendirian gerai KDMP sejak akhir 2025 lalu.

Pihak SDN Tlogo 2 dan komite sekolah yang beranggotakan perwakilan wali siswa, sudah menyampaikan keberatan atas pembongkaran ruang perpustakaan namun negosiasi berlangsung alot sebab pemerintah desa didampingi institusi TNI. Hingga pengaduan dilayangkan pihak sekolah ke p DPRD Kabupaten Blitar, namun tak juga ada titik temu. Sugianto, Kepala Sekolah SDN Tlogo 2, Sugianto, mengatakan Pemkab Blitar melalui Dinas Pendidikan sebenarnya telah memberikan komitmen untuk mengalokasikan anggaran untuk memperbaiki bangunan sekolah yang rusak sebagai pengganti bangunan yang dirobohkan.

Informasinya akan dialokasikan dana Rp 376 juta nanti pada perubahan APBD 2026, namun dana itu baru bisa dicairkan di penghujung tahun. Kejadian sekolah harus mengalah kepada proyek KDMP juga terjadi di SDN Wolomoni di Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur, di mana bagian teras dan fondasinya dijebol untuk akses alat berat. Pihak sekolah merasa tidak ada pemberitahuan sebelumnya Sementara itu, pihak Korem 161/Wirasakti yang dimintai konfirmasi terkait dugaan keterlibatan anggota TNI belum memberikan keterangan resmi.

Dimana Penguasa yang Amanah dan Melayani?

Banyak sekali perbedaan sikap pemerintah jika itu ditujukan untuk Proyek Strategis Nasional (PSN). Ibarat memiliki anak, yang satu dimanja yang lain dianaktirikan. Sekolah rakyat yang digagas Presiden Prabowo untuk memutus rantai kemiskinan sangat mencolok mata mendapatkan fasilitas yang bukan dari kantong pribadi presiden. Padahal kata “ rakyat” tidak hanya diwakilkan mereka yang miskin, sebab pendidikan adalah hak setiap individu manusia, tak peduli apa status, derajat dan pangkatnya.

Pembiayaan proyek yang disebut strategis juga fantastis. Untuk MBG tetap memangkas dana anggaran pendidikan dan kesehatan. Bagaimana dengan KDMP? Pelatihan calon managernya saja menelan hampir Rp45 juta perorang, dengan rincian Rp30 juta untuk program Pelatihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) atau Bela Negara dan Rp15 juta untuk pembelajaran substansi manajerial dan pengelolaan koperasi.

Dan kita harus menelan pil pahit ini, bahwa kebijakan kapitalisme, sistem aturan yang diterapkan di negara ini faktanya menguatkan satu sisi melemahkan sisi yang lain. Hal ini karena makna kepemimpinan bukan riayah tapi manfaat.

Islam Membangun Peradaban

Islam sebagai agama yang sempurna, tak hanya mengatur akidah dan ibadah, tapi juga politik. Islam Membangun negara bukan sekadar berupa bangunan tapi juga manusia bertakwa yang mengabdikan hidupnya kepada Allah SWT. Menjadikan rida Allah tujuan tertinggi di dunia maupun akhirat. Maka hal itu termanifestasikan ketika membangun kota untuk melayani urusan rakyat lebih baik.

Baghdad merupakan kota pusat pemerintahan Islam pada masa Daulah Abbasiyah (132-656 H/751-1258 M). Kota ini tumbuh menjadi kota intelektual dan kosmopolitan, saksi berlangsungnya puncak perkembangan ilmu pengetahuan bagi peradaban Islam maupun dunia.

Kota Baghdad dibangun oleh Khalifah Abbasiyah kedua, yaitu Abu Ja’far Abdullah ibn Muhammad al-Manshur (136-158 H/754-775 M) pada tahun 762 M. Kota Baghdad dibangun dengan sangat cermat dan teliti. Kota ini dirancang untuk menjadi kota pusat peradaban yang kosmopolit. Philip K. Hitti dalam History of the Arabs menyebut Baghdad sebagai ‘Kota Intelektual’.

Sisi strategis kota Baghdad dibangun sedemikian rupa tanpa mengesampingkan kebutuhan publik yang lain. Semua dengan spirit raa’in atau pelayanan kepada rakyat. Sebagaimana sabda Rasulullah Saw., “Imam/Khalifah adalah penggembala (raa’in), dan dialah yang bertanggungjawab terhadap gembalaannya.”(HR. Bukhari dan Muslim).

Kota yang dijuluki Madinatu As-Salam ini menjadi percontohan bagi pertumbuhan kota-kota besar pusat peradaban Islam lainnya. Kota ini juga menjadi satu-satunya pesaing bagi Byzantium, bahkan bisa melebihinya. Kota ini muncul menjadi pusat dunia abad pertengahan dengan tingkat kemakmuran dan peran internasional yang luar biasa (sultanateinstitute.com, 13-12-2022).

Islam jelas adil dan semua tanpa melibatkan pajak atau utang ketika membangun sesuatu untuk kepentingan publik. Tidak melemahkan aspek yang satu menguatkan aspek lainnya. Maka, tidakkah kita merindukan aturan Allah ini nyata dalam kehidupan kita dan memberikan keberkahan dari langit dan bumi. Wallahualam bissawab.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Terpopuler di

 

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image