Perkuat lkatan Persaudaraan, Komunitas One Day One Juz MAN 3 Bantul Gelar Buka Bersama
Agama | 2026-07-15 11:23:37
Bantul (MAN 3 Bantul) - Di tengah gempuran interaksi digital yang sering kali terasa hambar, komunitas One Day One
Juz (ODOJ) MAN 3 BantuI membuktikan bahwa kedekatan spiritual harus dirawat dengan pertemuan nyata. Pada Jumat (13/03/2026), keluarga besar pecinta AI-Qur'an ini menggelar agenda Buka Puasa Bersama di Omah Jejer, Bantul. Acara ini bukan sekadar seremoni makan bersama, melainkan momentum penguat ikatan persaudaraan dan upaya menjemput jalur-jalur syafaat Allah di buIan suci Ramadhan.
AI-Qur'an sebagai Pembela dan Penggenap Amal
Kegiatan yang dimulai pukul 16.30 WIB ini diwarnai dengan tradisi semaan singkat. Dalam suasana khidmat tersebut, pesan tausiyah dari Dr. Duyanto, S.Ag., M.S.I. mengenai hakikat syafaat menjadi ruh utama acara. Beliau menekankan bahwa AI-Qur'an akan hadir di akhirat sebagai pembela (Syafian Ii Ashabih1) yang memakaikan mahkota kemuliaan bagi pembacanya.
"Syafaat itu secara bahasa berarti 'genap' atau pasangan. Amal kita di dunia mungkin ganjil atau tidak sempurna, namun melalui interaksi harian dengan AI-Qur'an, kekurangan itu akan digenapi hingga kita layak mendapatkan ridho Allah," kutip narasi tausiyah tersebut. Menariknya, syafaat ini tidak hanya bagi penghafal 30 juz, tetapi bagi siapa pun yang ikhlas berinteraksi dengan kitabullah sesuai kemampuannya.
lnvestasi Pertemanan Sholeh
Selain jalur AI-Qur'an, acara ini juga menyoroti pentingnya Syafaat Sahabat Sholeh. Ketua Panitia
menjelaskan bahwa memindahkan interaksi dari grup WhatsApp ke pertemuan fisik adalah upaya membangun "investasi pertemanan" di akhirat.
"Jika selama ini kita hanya saling sapa lewat layar ponsel, sore ini kita duduk bersama secara nyata. Kami ingin semangat ODOJ membentuk karakter komunitas yang solid, karena orang-orang sholeh akan saling mencari dan memberi syafaat di surga kelak," ujarnya.
Syukur Kepada Manusia sebagai Refleksi Tauhid
Sembari menanti azan Magrib, para peserta juga diingatkan mengenai prinsip Tauhid Sosial. Dr. Duyanto dalam pesannya menekankan bahwa syukur kepada Allah tidak akan sempurna tanpa rasa terima kasih kepada sesama manusia. Pertolongan Allah sering kali datang melalui "tangan" orang lain, dan menghargai perantara tersebut adalah bentuk pengakuan atas kebesaran-Nya.
Harapan Kedepan
Diskusi hangat mengenai progres tilawah dan strategi konsistensi ibadah menutup rangkaian acara setelah salat Maghrib berjamaah. Melalui sinergi antara literasi digital AI Qur'an dan pertemuan fisik, ODOJ MAN 3 Bantul berharap dapat terus membumikan nilai-nilai kalamullah. Dengan partisipasi guru dan pegawai, agenda ini diharapkan menjadi pilar penting dalam menjaga kerukunan sosial dan spiritual di era modern. (Ris)
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
