Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Universitas Ahmad Dahlan

Prestasi Ganda Mahasiswa UAD

Lomba | 2026-07-14 10:52:08
Muh. Taufik Hidayat, mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) raih 2 gelar pada SILAT APIK PTMA 2026 (Foto. Taufik)

Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Muh. Taufik Hidayat, berhasil mengukir prestasi membanggakan dalam ajang Silaturahmi Asosiasi Pendidikan Ilmu Komunikasi Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan 'Aisyiyah (SILAT APIK PTMA) 2026 yang diselenggarakan di Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA (UHAMKA), Jakarta Selatan, pada 24-26 Juni 2026. Pada ajang tersebut, Taufik berhasil meraih Juara II Badminton Ganda Putra dan Juara Umum II Short Semi Documentary.

Bagi Taufik, pencapaian tersebut menjadi kebanggaan tersendiri. Ia mengaku sangat bersyukur dapat membawa pulang dua penghargaan sekaligus, terlebih setelah pada ajang yang sama tahun sebelumnya belum berhasil meraih prestasi.

Pada kategori Short Semi Documentary, Taufik bersama tim mengangkat karya berjudul "Dingin Yang Membakar". Film dokumenter tersebut mengangkat isu dampak penggunaan pendingin ruangan (AC) terhadap pemanasan global, khususnya di wilayah Jakarta.

Melalui karya tersebut, tim ingin mengajak masyarakat melihat sisi lain dari penggunaan AC yang selama ini identik dengan kenyamanan. Di balik manfaatnya dalam menurunkan suhu ruangan, penggunaan AC juga berkontribusi terhadap peningkatan emisi dan suhu lingkungan. Dampak tersebut kemudian dirasakan oleh masyarakat, terutama para pekerja yang harus beraktivitas di luar ruangan di tengah suhu yang semakin tinggi akibat pemanasan global.

Dalam proses produksi, Taufik berperan sebagai pewawancara narasumber. Ia bertugas menggali informasi dan pengalaman secara langsung dari narasumber agar pesan yang disampaikan dalam film terasa lebih kuat, nyata, dan mampu menggugah kesadaran masyarakat terhadap isu lingkungan.

Taufik mengungkapkan bahwa persiapan menuju kompetisi dilakukan secara sederhana. Untuk cabang badminton, ia hanya berlatih selama dua hari sebelum keberangkatan ke Jakarta. Sementara itu, pada kompetisi film dokumenter, tim hanya mempersiapkan konsep, ide, dan peralatan produksi sebelum berangkat. Hal tersebut karena seluruh proses pengambilan gambar dilakukan secara on the spot sesuai ketentuan yang baru dijelaskan saat technical meeting.

Menurut Taufik, tantangan terbesar justru muncul saat proses produksi film dokumenter. Seluruh peserta hanya diberi waktu dua hari untuk menyelesaikan proses pengambilan gambar hingga penyuntingan video. Di sisi lain, mereka juga diwajibkan mengikuti seluruh rangkaian kegiatan SILAT APIK PTMA 2026, seperti kunjungan media ke SCTV, city tour, dan seminar. Bahkan, pada salah satu hari pelaksanaan, Taufik juga harus bertanding pada cabang badminton ganda putra.

"Karena waktu produksi sangat terbatas, kami harus benar-benar pandai memanfaatkan waktu luang untuk mencari footage dan melakukan proses editing. Di saat yang sama saya juga mengikuti pertandingan badminton, sehingga manajemen waktu menjadi tantangan terbesar selama kompetisi," jelasnya.

Selain membawa pulang prestasi, Taufik juga memperoleh banyak pengalaman berharga selama mengikuti rangkaian kegiatan SILAT APIK PTMA 2026. Menurutnya, kunjungan media, seminar, dan city tour memberikan wawasan baru mengenai dunia komunikasi. Namun, pengalaman yang paling berkesan adalah kesempatan untuk bertemu dan bersilaturahmi dengan mahasiswa Ilmu Komunikasi dari berbagai perguruan tinggi Muhammadiyah dan 'Aisyiyah di seluruh Indonesia.

Bagi Taufik, mengikuti kompetisi merupakan salah satu cara untuk terus mengembangkan potensi diri. Ia meyakini bahwa kemampuan yang dimiliki tidak akan berkembang apabila tidak pernah diasah melalui berbagai pengalaman dan tantangan. "Jangan pernah takut untuk mencoba sesuatu. Selagi ada kesempatan dan kita merasa mampu, ambillah kesempatan itu. Potensi yang kita miliki harus terus diasah agar tidak berhenti berkembang," pesannya. (Mawar)

uad.ac.id

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image