Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Sesarvika Septivia -0113

Mengubah Limbah Menjadi Peluang Ekonomi melalui Teknologi Tepat Guna Dry Press

Teknologi | 2026-07-14 10:51:01

Menurut saya, perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab dalam menghasilkan ilmu pengetahuan, tetapi juga memastikan bahwa hasil inovasi tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Penelitian dan teknologi akan memiliki nilai yang lebih besar apabila mampu menjawab persoalan yang dihadapi masyarakat secara langsung, terutama di tingkat desa.

Salah satu contoh yang menarik adalah program pemberdayaan masyarakat yang dilakukan Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya di Desa Srowo, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik. Melalui penerapan Teknologi Tepat Guna (TTG) berupa mesin Dry Press, limbah cair hasil produksi kerupuk ikan yang sebelumnya hanya menjadi sumber pencemaran lingkungan dapat diolah menjadi pupuk organik cair (POC) berbasis asam amino yang memiliki nilai ekonomi.

Program seperti ini merupakan solusi yang sangat relevan. Selama ini banyak pelaku UMKM yang masih menganggap limbah sebagai sisa produksi yang harus dibuang. Padahal, apabila dikelola dengan teknologi yang tepat, limbah dapat menjadi produk baru yang bermanfaat sekaligus menambah pendapatan masyarakat. Pendekatan ini juga mendukung konsep ekonomi sirkular, yaitu memanfaatkan kembali sumber daya agar tidak terbuang sia-sia.

Saya juga menilai bahwa keberhasilan suatu program pengabdian tidak hanya diukur dari tersedianya alat atau teknologi, tetapi dari sejauh mana masyarakat mampu mengoperasikan, merawat, dan mengembangkan teknologi tersebut secara mandiri. Oleh karena itu, pelatihan dan pendampingan yang dilakukan oleh dosen dan mahasiswa menjadi bagian yang sangat penting agar manfaat program dapat dirasakan dalam jangka panjang.

Selain memberikan dampak terhadap lingkungan, program ini juga membuka peluang usaha baru bagi masyarakat. Pupuk organik cair yang dihasilkan tidak hanya dapat dimanfaatkan sendiri, tetapi juga memiliki potensi untuk dipasarkan. Dengan demikian, masyarakat memperoleh manfaat ganda, yaitu lingkungan menjadi lebih bersih dan ekonomi desa ikut meningkat.

Kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, BUMDes, dan pelaku UMKM perlu terus diperkuat. Kerja sama seperti ini membuktikan bahwa dunia pendidikan mampu menjadi mitra strategis dalam menyelesaikan berbagai persoalan di masyarakat. Kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat juga menjadi sarana pembelajaran yang berharga untuk memahami kondisi nyata sekaligus mengembangkan kemampuan dalam memecahkan masalah.

Pada akhirnya, saya berharap semakin banyak inovasi perguruan tinggi yang tidak hanya berhenti sebagai hasil penelitian, tetapi benar-benar diterapkan untuk membantu masyarakat. Program seperti yang dilaksanakan di Desa Srowo menunjukkan bahwa teknologi sederhana yang didukung oleh pendampingan yang berkelanjutan mampu menciptakan perubahan positif, mulai dari menjaga kelestarian lingkungan, meningkatkan produktivitas UMKM, hingga mendorong terwujudnya pembangunan desa yang lebih mandiri dan berkelanjutan.

Dosen Pembimbing Lapangan:

Nama: Handy Febri Satoto, S.T., M.T.

NIDN: 0722028904

Disusun Oleh:

Nama: Sesarvika Septivia

Nim: 1122300113

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image