Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Dzakira

Makanan Instan: Kebiasaan Praktis yang Diam-diam Mengancam Kesehatan

Agama | 2026-08-12 17:59:53
https://images.alodokter.com/dk0z4ums3/image/upload/v1618810884/attached_image/yang-didapatkan-dari-makanan-cepat-saji-0-alodokter.jpg

Makanan instan adalah makanan yang sangat praktis untuk disajikan. Biasanya, makanan ini hanya membutuhkan waktu beberapa menit sebelum dapat dinikmati. Salah satu yang paling umum dan banyak digemari adalah mi instan. Mengapa makanan instan banyak digemari? Karena makanan ini mudah disajikan, terutama ketika sedang sibuk dan tidak memiliki banyak waktu untuk memasak. Harganya juga relatif terjangkau. Saat ini, sudah banyak jenis makanan yang tersedia dalam bentuk instan, seperti daging olahan, bubur, dan bahkan nasi goreng. Terlihat sepele, tetapi jika dikonsumsi terlalu sering, kebiasaan ini dapat memberikan dampak bagi kesehatan tubuh.

Makanan instan umumnya mengandung natrium (garam) yang cukup tinggi dan pada beberapa produk juga mengandung gula serta lemak jenuh. Di sisi lain, makanan instan dapat memiliki kandungan serat, vitamin, dan mineral yang lebih rendah. Jika terlalu sering mengandalkan makanan instan sebagai menu utama sehari-hari, seseorang dapat berisiko memiliki pola makan yang kurang beragam dan kekurangan zat gizi tertentu. Selain itu, konsumsi makanan tinggi natrium secara berlebihan dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko masalah kesehatan, seperti tekanan darah tinggi dan penyakit jantung.

Oleh karena itu, makanan instan sebaiknya tidak dikonsumsi secara berlebihan. Makanan instan tetap dapat dikonsumsi sesekali dengan memperhatikan jumlah dan kandungan gizinya. Utamakan makanan yang kaya akan protein, vitamin, mineral, dan serat, seperti sayuran, buah-buahan, telur, ikan, tahu, dan tempe. Jika sedang terburu-buru, kita dapat menyiapkan makanan sederhana yang lebih bergizi tanpa selalu mengandalkan makanan instan. Menjaga kesehatan dapat dimulai dari aksi kecil, salah satunya dengan menjaga pola makan. Mungkin dampaknya tidak terasa sekarang, tetapi kebiasaan yang kita lakukan hari ini dapat berpengaruh terhadap kesehatan kita di masa mendatang.

Sumber:

Tim Promkes RSST - RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten. (2023, February 20). Pengaruh makanan cepat saji terhadap kesehatan remaja. Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Alodokter. (2025, October 2). 9 risiko mengonsumsi makanan cepat saji secara berlebihan.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Terpopuler di

 

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image