Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Abdul hadi tamba

Hakikat Sami'Allahu Liman Hamidah

Agama | 2026-07-05 04:21:59

Abdul hadi tamba.

Hakikat Sami'Allahu Liman Hamidah.

Secara hakiki dalam pandangan kami, kalimat Sami'allahu liman hamidah adalah manifestasi dari tingkat spiritual ihsan, yaitu kesadaran batin dan keyakinan mutlak bahwa seorang hamba sedang diawasi dan didengar oleh Allah SWT.

Kalimat ini melatih kepasrahan, kejujuran batin, serta rasa syukur atas karunia-Nya.

Sumber Dalilnya dalam Al-Qur'an.

Hakikat berdzikir, memuji, dan kesadaran merasa diawasi oleh Allah SWT disandarkan pada beberapa ayat, di antaranya:

Surat Al-Baqarah Ayat 152:

Menjadi landasan untuk selalu mengingat Allah agar Dia mengingat hamba-Nya.

فَاذْكُرُوْنِيْٓ أَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْلِيْ وَلَا تَكْفُرُوْنِ

"Maka ingatlah kepada-Ku, Aku pun akan ingat kepadamu.

Bersyukurlah kepada-Ku dan janganlah kamu ingkar kepada-Ku.

"Surat Al-Ahzab Ayat 41-42:

Perintah untuk berdzikir dan memuji Allah SWT.

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اذْكُرُوا اللّٰهَ ذِكْرًا كَثِيْرًاۙ. وَّسَبِّحُوْهُ بُكْرَةً وَّاَصِيْلًا"

Wahai orang-orang yang beriman! Ingatlah Allah dengan zikir yang sebanyak-banyaknya, dan bertasbihlah kepada-Nya pada waktu pagi dan petang."

Hadis Pendukung Makna pujian dan kedekatan spiritual seorang hamba yang direkam dalam bacaan bangkit dari rukuk ini didukung oleh hadis tentang hakikat shalat dan pujian:

Hadis Tentang Ihsan (Landasan Utama Tasawuf):

Diriwayatkan dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda mengenai hakikat ibadah:

أَنْ تَعْبُدَ اللَّهَ كَأَنَّكَ تَرَاهُ، فَإِنْ لَمْ تَكُنْ تَرَاهُ فَإِنَّهُ يَرَاكَ

"Hendaklah engkau beribadah kepada Allah seolah-olah engkau melihat-Nya.

Jika engkau tidak melihat-Nya, maka sesungguhnya Dia melihatmu."

(HR. Al-Bukhari & Muslim).

Hadis Tentang Tasmi' dan Tahmid:

Rasulullah SAW bersabda mengenai anjuran memuji Allah saat bangkit dari rukuk:

إِذَا قَالَ الْإِمَامُ سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ فَقُولُوا اللَّهُمَّ رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ

"Jika imam mengucapkan 'Sami'allahu liman hamidah', maka ucapkanlah 'Allahumma Rabbana lakal hamdu'."

(HR. Al-Bukhari & Muslim)

Pandangan Ulama Muktabar.

Ulama tasawuf dan ahli fikih menegaskan bahwa Sami'allahu liman hamidah bukan sekedar gerakan fisik, melainkan penyaksian batin:

Syekh Abu Nashr as-Sarraj ath-Thusi (Tokoh Klasik Tasawuf):

Dalam kitab Al-Luma', beliau menegaskan bahwa hakikat tasawuf adalah akhlak dan pembersihan jiwa.

Ucapan tasmi' (Sami'allahu liman hamidah) adalah bentuk tertinggi dari akhlak hamba kepada Allah, yakni mengakui dan memuji-Nya atas segala ketetapan.

Imam Al-Ghazali (Hujjatul Islam):

Dalam Ihya' 'Ulum ad-Din, beliau menjelaskan bahwa rahasia kekhusyukan dalam shalat terletak pada pengagungan dan penghayatan makna bacaan.

Saat mengucapkan tasmi' dan tahmid, jiwa seorang hamba harus hadir memurnikan pujian hanya untuk kebesaran Allah SWT.

Ibnu Atha'illah as-Sakandari (Sufi dan Ahli Hikam):

Dalam Al-Hikam, beliau mengajarkan pentingnya menyandarkan segala sesuatu kepada Allah.

Pujian dalam i'tidal adalah pengakuan mutlak akan kelemahan diri dan kebesaran Allah (Rabb).

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image