Menjaga Kesehatan Mental Mahasiswa Akhir dalam Tinjauan Maqashid Syariah
Agama | 2026-07-03 15:08:41Fenomena mahasiswa tingkat akhir yang mengalami stres berat, kecemasan akut, sedih dan depresi selain pada saat putus cinta adalah saat menyusun skripsi, merupakan hal yang umum terjadi namun sering kali tidak disadari sepenuhnya. Tekanan dari dosen pembimbing, tuntutan orang tua, hingga rasa rendah diri akibat membandingkan pencapaian kita sendiri dengan rekan sejawat kerap menimbulkan beban mental yang tak terlihat. Banyak orang merasa bahwa upaya meraih gelar harus dibayar dengan mengorbankan kesehatan fisik, pola makan, bahkan kesejahteraan mental mereka.
Dalam perspektif Islam, kesehatan mental dipandang sebagai bagian dari pencapaian akademis yang sejalan dengan prinsip-prinsip Islam. Oleh karena itu, sangatlah penting bagi kita untuk kembali meninjau tujuan akademis kita melalui kerangka Maqasid Syariah.
Dua prinsip utama dalam Maqasid Syariah yang sangat relevan dengan persoalan ini, yaitu Hifzh al-Nafs (menjaga jiwa/nyawa) dan Hifzh al-Aql (menjaga akal). Islam menempatkan keselamatan sebagai prioritas utama.Dua utama Maqashid Syariah yang berkaitan erat dengan persoalan ini adalah Hifzh al-Nafs (menjaga jiwa/kehidupan) dan Hifzh al-Aql (menjaga akal). Islam sangat menjunjung tinggi kesejahteraan manusia, baik fisik maupun psikis. Membiarkan diri larut dalam stres berkepanjangan hingga merusak kesehatan sama saja dengan mengabaikan amanah untuk menjaga jiwa dan akal yang telah didiktekan Allah SWT.
Oleh karena itu, perawatan diri ini melibatkan perawatan diri untuk mencegah penyakit, serta mencari bantuan profesional ketika muncul masalah kesehatan mental yang tidak terkait dengan egoisme atau kemalasan. Langkah tersebut justru merupakan bagian dari bentuk ibadah untuk mengimplementasikan Hifzh al-Nafs agar tujuan akademik dapat tercapai tanpa harus mengorbankan kewarasan diri.
Sebagai langkah nyatanya para mahasiswa perlu mengubah pola berpikir bahwa skripsi yang baik bukanlah hasil dari proses yang menyiksa diri sendiri. Ubahlah pola pikir "merampungkan skripsi dengan cepat" menjadi "menyelesaikan skripsi dengan sehat". Dengan menciptakan kebiasaan baru yang lebih seimbang, seperti menggunakan teknik manajemen waktu yang realistis, menetapkan tujuan kecil dalam menulis agar tidak lepas kendali, dan tetap menjaga jam tidur serta asupan nutrisi.
Penting untuk diingat bahwa menjaga kesehatan fisik dan mental di akhir hidup tidak berarti bermalas-malasan, melainkan kita memiliki ikhtiar yang matang sehingga ilmu yang kita peroleh dapat menunjang kesehatan dan kesejahteraan tanpa menimbulkan tekanan psikologis di kemudian hari.
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
