Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image FEBRIANSYAH DWI NUGRAHANTO

Ketika Gaya Hidup Lebih Penting daripada Kondisi Keuangan

Gaya Hidup | 2026-07-02 22:22:48

Pernah nggak sih ngerasa uang baru masuk rekening, eh beberapa hari kemudian udah habis? Padahal kebutuhan penting masih banyak. Ternyata, salah satu penyebabnya bukan karena penghasilan kurang, tapi karena gaya hidup yang makin tinggi.

Sekarang apa-apa gampang banget dipengaruhi media sosial. Lihat teman nongkrong di kafe, jadi pengen ikut. Lihat orang pakai outfit baru, rasanya pengen beli juga. Ada diskon dikit langsung checkout. Padahal sebenarnya barang itu belum tentu dibutuhkan.

Nggak ada yang salah kok kalau sesekali menikmati hasil kerja keras. Nongkrong, beli baju baru, atau liburan juga boleh. Yang jadi masalah itu kalau semua dilakukan cuma karena takut dibilang ketinggalan zaman atau pengen kelihatan keren di depan orang lain.

Akhirnya, banyak yang rela mengorbankan kondisi keuangannya. Tabungan habis, uang darurat nggak ada, bahkan ada yang sampai pakai PayLater atau pinjam uang hanya buat memenuhi gaya hidup.

Kalau dipikir-pikir, capek juga ya. Kerja keras tiap hari, tapi uangnya habis buat mengikuti standar hidup orang lain.

Dalam Islam, kita diajarkan untuk hidup sederhana dan tidak berlebihan. Menjaga harta juga termasuk salah satu tujuan dalam maqashid syariah (hifz al-mal). Artinya, harta yang kita punya sebaiknya digunakan untuk hal-hal yang benar-benar bermanfaat, bukan dihabiskan hanya demi gengsi atau pengakuan.

Bukan berarti kita nggak boleh menikmati hidup. Justru Islam mengajarkan keseimbangan. Mau beli barang boleh, nongkrong boleh, jalan-jalan juga boleh. Tapi pastikan semuanya sesuai kemampuan, bukan karena ikut-ikutan.

Coba mulai biasakan bertanya ke diri sendiri sebelum membeli sesuatu. "Aku memang butuh, atau cuma lagi pengen?" Pertanyaan sederhana itu sering kali bisa menyelamatkan isi dompet.

Pada akhirnya, hidup bukan soal siapa yang paling mewah atau paling mengikuti tren. Yang lebih penting adalah punya keuangan yang sehat, hati yang tenang, dan nggak terbebani utang hanya demi gaya hidup.

Karena tampil sederhana bukan berarti tidak mampu. Justru orang yang bisa mengendalikan keinginannya sering kali lebih kaya, bukan hanya hartanya, tapi juga cara berpikirnya.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image