Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Muhammad Syefa Noer

Pengaruh Negatif Intensitas Bermain Game Online Terhadap Tingkat Kecerdasan Emosional Remaja

Edukasi | 2026-06-30 13:59:21

PENDAHULUAN
Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam kehidupan remaja, salah satunya melalui kehadiran game online. Game online menjadi salah satu bentuk hiburan yang sangat diminati karena sifatnya yang interaktif dan kompetitif. Namun, penggunaan yang berlebihan dapat menimbulkan berbagai dampak negatif, terutama pada aspek psikologis dan sosial.

Kecerdasan emosional merupakan kemampuan individu dalam mengenali, memahami, dan mengelola emosi diri sendiri maupun orang lain. Remaja dengan kecerdasan emosional yang baik cenderung mampu menjalin hubungan sosial yang sehat dan mengontrol perilaku mereka. Sebaliknya, intensitas bermain game online yang tinggi dapat mengganggu perkembangan aspek tersebut.
Game online adalah permainan berbasis jaringan yang memungkinkan pemain berinteraksi secara virtual dengan pemain lain. Intensitas bermain game online merujuk pada frekuensi dan durasi waktu yang dihabiskan dalam bermain.
Menurut Goleman (1995), kecerdasan emosional mencakup kemampuan mengenali emosi diri, mengelola emosi, memotivasi diri, mengenali emosi orang lain (empati), dan membina hubungan sosial.
Penelitian menunjukkan bahwa intensitas bermain game online yang tinggi dapat menyebabkan individu menjadi kurang peka terhadap lingkungan sosial, mudah marah, serta kesulitan dalam mengontrol emosi.

METODE PENELITIAN
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Subjek penelitian adalah remaja yang aktif bermain game online. Teknik pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner yang mengukur intensitas bermain game online dan tingkat kecerdasan emosional. Data dianalisis menggunakan teknik statistik untuk mengetahui hubungan antara kedua variable.

HASIL DAN PEMBAHASAN
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan negatif dan signifikan antara intensitas bermain permainan online dengan kecerdasan emosional pada remaja pemain game Mobile Legends di Kota Samarinda dengan nilai korelasi r = -0,506 dan nilai Sig = 0,014 (P 0,05), yang berarti bahwa semakin tinggi intensitas remaja dalam bermain game online maka tingkat kecerdasan emosionalnya akan semakin rendah, dan sebaliknya semakin rendah intensitas bermainnya maka kecerdasan emosionalnya akan semakin tinggi. Berdasarkan analisis deskriptif, mayoritas subjek penelitian memiliki intensitas bermain game pada kategori sangat tinggi yang mencapai persentase 53%, sedangkan tingkat kecerdasan emosional mereka cenderung berada pada kategori sedang menuju rendah karena nilai rata-rata empirik mereka lebih kecil daripada rata-rata hipotetiknya. Melalui uji parsial antar-aspek, peneliti juga menemukan bahwa aspek frekuensi dan aktivitas bermain game online secara signifikan memengaruhi seluruh aspek kecerdasan emosional remaja, yang meliputi kemampuan mengenali emosi diri, mengelola emosi, memotivasi diri, mengenali emosi orang lain, hingga kemampuan membina hubungan dengan orang lain, di mana durasi bermain yang berlebihan tanpa mengenal waktu serta pelarian ke hubungan virtual dalam game memicu dampak psikologis negatif seperti emosi yang tidak stabil, sifat mudah marah atau tersinggung, kebiasaan berkata kasar, serta penurunan kualitas interaksi sosial dan penyesuaian diri dalam kehidupan nyata.

KESIMPULAN
Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa intensitas bermain game online memiliki pengaruh negatif terhadap kecerdasan emosional remaja. Semakin tinggi intensitas bermain, semakin rendah kemampuan remaja dalam mengelola emosi dan berinteraksi secara sosial.

SARAN
1. Remaja perlu mengatur waktu bermain game dengan bijak.
2. Orang tua perlu melakukan pengawasan terhadap aktivitas digital anak.
3. Penelitian selanjutnya dapat mengkaji faktor lain yang memengaruhi kecerdasan emosional.






DAFTAR PUSTAKA :

Goleman, D. (2017). kecerdasan emosional, jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama. 8(1), 40–47.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image