Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Nailul Hikmi

Saatnya Memperkuat Keselamatan dan Kesehatan Kerja Petugas Pengangkut Sampah

Info Sehat | 2026-06-30 12:26:31

oleh: Nailul Hikmi, Azyyati Ridha Alfian

Setiap pagi ketika masyarakat memulai aktivitas, ada sekelompok orang yang telah lebih dulu bekerja. Mereka mengangkut sampah dari rumah-rumah, pasar, perkantoran, hingga berbagai sudut kota. Berkat tangan-tangan mereka, lingkungan tetap bersih dan aktivitas masyarakat dapat berlangsung dengan nyaman. Namun ironisnya, jasa mereka sering kali baru disadari ketika sampah tidak lagi terangkut.

ilustrasi

Petugas pengangkutan sampah merupakan garda terdepan dalam menjaga kesehatan lingkungan. Sayangnya, mereka juga termasuk kelompok pekerja dengan risiko keselamatan dan kesehatan kerja (K3) yang sangat tinggi. Di balik rutinitas yang tampak sederhana, terdapat berbagai ancaman yang setiap hari mengintai keselamatan mereka.

Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) bukan sekadar lokasi pembuangan sampah. Di sana berkumpul berbagai jenis limbah rumah tangga, limbah pasar, hingga benda-benda berbahaya yang tidak dipilah dengan benar. Pecahan kaca, paku berkarat, jarum suntik bekas, limbah kimia rumah tangga, serta gas hasil pembusukan menjadi ancaman nyata bagi para petugas.

Dalam perspektif kesehatan masyarakat, pekerjaan mengangkut sampah termasuk pekerjaan dengan paparan risiko biologis, kimia, fisik, ergonomi, dan psikososial yang tinggi. Mereka berhadapan dengan bakteri, virus, jamur, debu, bau menyengat, suhu panas, beban angkat yang berat, hingga risiko kecelakaan lalu lintas saat mengoperasikan kendaraan pengangkut sampah.

Ironisnya, berbagai risiko tersebut sering dianggap sebagai bagian yang "wajar" dari pekerjaan. Padahal, tidak sedikit petugas yang mengalami luka akibat benda tajam, gangguan pernapasan karena debu dan gas, penyakit kulit akibat kontak dengan limbah, hingga nyeri otot dan tulang karena mengangkat beban secara berulang.

Persoalan semakin kompleks ketika penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) belum dilakukan secara optimal. Masih ditemukan petugas yang bekerja tanpa sarung tangan yang memadai, masker yang sesuai standar, sepatu keselamatan, atau pakaian pelindung. Sebagian karena keterbatasan fasilitas, sebagian lagi karena faktor kenyamanan atau kebiasaan.

Padahal APD merupakan benteng pertama dalam mengurangi risiko cedera dan penyakit akibat kerja. Sarung tangan melindungi dari luka dan kontaminasi biologis, masker membantu mengurangi paparan debu dan mikroorganisme, sepatu keselamatan melindungi kaki dari benda tajam, sementara rompi reflektif meningkatkan keselamatan ketika bekerja di jalan raya.

Namun keselamatan kerja tidak hanya berhenti pada penyediaan APD. Budaya keselamatan harus dibangun secara menyeluruh. Setiap petugas perlu mendapatkan pelatihan mengenai cara mengangkat beban dengan benar, mengenali limbah berbahaya, menggunakan APD secara tepat, hingga prosedur penanganan ketika terjadi kecelakaan kerja.

Di sisi lain, masyarakat juga memiliki peran yang sangat besar dalam melindungi petugas pengangkutan sampah. Kebiasaan mencampur limbah rumah tangga dengan benda tajam, baterai bekas, pecahan kaca, atau limbah medis rumah tangga tanpa pengamanan dapat membahayakan petugas. Banyak kasus luka tusuk terjadi karena jarum suntik atau pecahan kaca dibuang begitu saja ke dalam kantong sampah biasa.

Padahal, langkah sederhana seperti membungkus benda tajam secara aman, memisahkan limbah berbahaya, dan memilah sampah organik serta anorganik dapat mengurangi risiko kecelakaan secara signifikan. Dengan kata lain, keselamatan petugas pengangkut sampah juga ditentukan oleh perilaku masyarakat.

Pemerintah daerah memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa seluruh petugas memperoleh perlindungan yang layak. Pemeriksaan kesehatan berkala, vaksinasi sesuai risiko pekerjaan, penyediaan APD berkualitas, asuransi ketenagakerjaan, serta perawatan armada pengangkut sampah merupakan bentuk investasi yang tidak hanya melindungi pekerja, tetapi juga meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Selain itu, pengelolaan TPA yang lebih modern perlu terus dikembangkan. Sistem sanitasi yang baik, pengendalian gas metana, pengelolaan lindi, jalur operasional yang aman, serta penggunaan teknologi pengolahan sampah akan mengurangi berbagai risiko yang dihadapi petugas setiap hari.

Perguruan tinggi juga memiliki peran penting melalui penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Kajian mengenai faktor risiko kesehatan kerja, ergonomi, kualitas udara di TPA, hingga efektivitas program K3 dapat menjadi dasar penyusunan kebijakan yang lebih tepat sasaran. Edukasi kepada masyarakat mengenai pemilahan sampah juga menjadi bagian penting dari upaya melindungi para petugas.

Lebih jauh lagi, sudah saatnya kita mengubah cara pandang terhadap profesi petugas pengangkutan sampah. Mereka bukan sekadar pengangkut limbah, tetapi penjaga kesehatan lingkungan. Tanpa mereka, tumpukan sampah akan menjadi sumber berkembangnya lalat, tikus, nyamuk, pencemaran air, hingga berbagai penyakit menular yang mengancam masyarakat.

Pada akhirnya, kota yang bersih bukan hanya hasil kerja petugas kebersihan, tetapi buah dari sistem yang menghargai keselamatan setiap pekerja. Tidak ada alasan bagi kita untuk membiarkan mereka bekerja dalam kondisi yang membahayakan kesehatan dan keselamatannya.

Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) bagi petugas pengangkutan sampah bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan bentuk penghormatan terhadap martabat manusia. Sebab mereka yang setiap hari menjaga kebersihan kota juga berhak pulang ke rumah dalam keadaan sehat, selamat, dan disambut keluarganya dengan senyum yang utuh.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image