Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image SITI MUZDALIFAH

Cara Kreatif Mahasiswa Kenalkan Obat Khusus dan Manjakan Lansia Bulumargi

Edukasi | 2026-06-25 14:20:57

Lamongan – Menelan obat berbentuk tablet atau meminum sirup mungkin sudah menjadi hal yang biasa bagi masyarakat, termasuk para lanjut usia (lansia). Namun, bagaimana jika mereka dihadapkan pada obat-obatan dengan bentuk dan cara pakai yang khusus? Mulai dari obat yang harus dihirup, ditempel di kulit, hingga yang ditanam?

Berangkat dari kegelisahan akan minimnya literasi mengenai sediaan obat khusus ini, Kelompok 4 turun langsung ke tengah masyarakat. Bertempat di Desa Bulumargi, Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, aksi penyuluhan kesehatan yang interaktif dan penuh kehangatan pun digelar dengan sasaran utama para lansia.

Papan Obat dan Leaflet: Menyederhanakan yang Rumit

Materi mengenai sediaan obat khusus seringkali dianggap berat dan teknis. Sadar akan tantangan tersebut, Kelompok 4 memutar otak agar informasi medis ini bisa dicerna dengan mudah oleh para lansia. Dua senjata utama yang digunakan adalah papan obat visual dan leaflet penuh warna.

Secara telaten, para mahasiswa menjelaskan ragam sediaan obat lain yang jarang dipahami secara mendalam oleh awam:

Inhaler: Obat semprot hirup yang biasa digunakan untuk pereda sesak napas atau asma.

Patch Transdermal: Obat berbentuk koyo pintar yang ditempelkan di kulit untuk menghantarkan dosis obat secara berkala.

Implan KB: Alat kontrasepsi bawah kulit yang penting diketahui sebagai bagian dari edukasi kesehatan reproduksi keluarga.

"Kami ingin para lansia dan warga tidak bingung atau salah kaprah lagi ketika mendapatkan jenis obat-obat khusus ini dari fasilitas kesehatan," ujar salah satu perwakilan Kelompok 4.

Uji Pemahaman Lewat Pretest dan Posttest

Untuk mengukur efektivitas edukasi, kegiatan tidak hanya berjalan satu arah. Kelompok 4 membagikan kuesioner pretest sebelum materi dimulai, dan posttest setelah pemaparan selesai. Hasilnya pun menggembirakan; antusiasme warga terlihat dari meningkatnya pemahaman mereka mengenai cara penggunaan dan fungsi dari sediaan obat-obat khusus tersebut.

Pemeriksaan TTV Gratis dan Berbagi Kebahagiaan

Tak hanya membawa pulang ilmu, warga Desa Bulumargi—khususnya para lansia—juga mendapatkan pelayanan pemeriksaan Tanda-Tanda Vital (TTV) secara gratis. Satu per satu lansia diperiksa tekanan darahnya, serta diukur Berat Badan (BB) dan Tinggi Badan (TB) sebagai bentuk deteksi dini kesehatan mereka.

Suasana haru dan ceria semakin terasa di akhir acara. Sebagai bentuk apresiasi dan kasih sayang kepada generasi sepuh, Kelompok 4 membagikan konsumsi makanan sehat serta suvenir khusus. Senyum merekah di wajah para lansia menjadi penutup manis dari rangkaian pengabdian masyarakat hari itu.

Melalui langkah kecil di Kecamatan Babat ini, Kelompok 4 telah membuktikan bahwa edukasi kesehatan tidak harus kaku. Dengan pendekatan yang humanis, media yang kreatif, serta ketulusan untuk berbagi, literasi kesehatan dapat tersampaikan dengan indah—bahkan ke sudut-sudut desa yang jauh dari hiruk-piruk perkotaan.

Dosen Pengampu: Dr. Hafna Ilmy Muhalla, S. Kep., Ns., M. Kep., Sp. Kep. M. B.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image