Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Novri Nelly

Tawon Kecil: Musuh Serangga Perusak Tanaman

Riset dan Teknologi | 2026-06-23 12:04:47

Oleh : Novri Nelly
Dosen Fakultas Pertanian, Universitas Andalas

Ada lebih dari 200 spesies tawon dalam satu genus saja Trichogramma yang tersebar di seluruh dunia. Sebagian besar manusia tidak pernah menyadari keberadaannya karena ukurannya yang sangat kecil, jauh lebih kecil dari semut. Tapi di dunia pertanian, genus tawon mungil ini adalah salah satu senjata biologis paling efektif yang pernah ditemukan untuk melawan hama.

Dan yang lebih menakjubkan, tawon ini sudah bekerja secara alami di sawah-sawah Indonesia jauh sebelum ada yang membudidayakannya.

Mengenal tawon yang bukan lebah maupun semut

Banyak orang keliru mengira tawon parasitoid adalah serangga yang menyengat dan berbahaya, seperti tawon pada umumnya yang sering dijumpai di sekitar rumah. Faktanya, tawon parasitoid yang berperan sebagai musuh alami hama berukuran sangat kecil beberapa spesies bahkan tidak lebih besar dari ujung pensil dan sama sekali tidak berbahaya bagi manusia.

Tawon termasuk dalam ordo Hymenoptera, satu kelompok besar bersama lebah dan semut, namun secara biologis berbeda. Ciri khas yang membedakan tawon parasitoid dari serangga hama lainnya terletak pada bagian belakang tubuhnya yang menyerupai jarum, disebut ovipositor alat yang digunakan betina untuk menyuntikkan telurnya ke dalam atau ke permukaan tubuh inang.

Cara kerja yang sangat spesifik

Apa yang membuat tawon parasitoid begitu efektif adalah caranya bekerja yang sangat spesifik. Begitu menemukan inang yang sesuai — biasanya telur atau larva hama tertentu betina tawon akan meletakkan puluhan telur sekaligus pada tubuh inangnya dalam satu waktu. Hama yang sudah terparasit ini biasanya mati dalam beberapa hari saja, jauh sebelum sempat berkembang menjadi serangga dewasa yang merusak tanaman.

Di sawah-sawah Indonesia, ada tiga jenis parasitoid telur yang secara alami sudah ada pada kelompok telur penggerek batang padi: Tetrastichus, Telenomus, dan Trichogramma. Ketiganya bisa dibedakan dari bentuk sayap dan ukuran tubuh masing-masing Tetrastichus misalnya tercatat sebagai parasitoid berukuran paling besar di antara ketiganya, sekitar 1,2 milimeter.

Yang istimewa dari Trichogramma adalah kemampuannya diperbanyak secara massal di laboratorium menggunakan inang alternatif berupa telur ulat beras, lalu disebarkan kembali ke lahan pertanian dalam bentuk pias semacam kartu kertas kecil yang sudah mengandung telur terparasit. Petani hanya perlu menggantungkan pias ini di lahan mereka, dan tawon-tawon kecil itu akan menetas serta mulai berburu telur hama secara alami.

Bukan hanya melawan satu jenis hama

Tawon parasitoid tidak hanya efektif melawan penggerek batang padi. Beberapa spesies seperti Trichogramma dan Anagrus juga tercatat efektif menekan populasi hama wereng punggung putih. Ada pula Tetrastichus dan Apsilops yang berperan menekan hama putih palsu hama yang dikenal dari gejala daunnya yang terpotong menyerupai bekas guntingan.

Bahkan tawon yang tidak bersifat parasitoid pun punya peran tersendiri. Beberapa jenis tawon bersifat omnivora dan hanya mengonsumsi nektar bunga serta buah yang sudah jatuh ke tanah bukan menjadi hama, melainkan justru berperan sebagai penyerbuk tambahan di ekosistem pertanian.

Mengapa keberadaannya sering tidak disadari

Karena ukurannya yang sangat kecil dan tidak menimbulkan kerusakan yang terlihat seperti hama, tawon parasitoid sering luput dari perhatian petani. Tidak ada yang secara visual mencolok ketika tawon ini sedang bekerja tidak ada daun berlubang, tidak ada gejala yang langsung tampak. Justru di situlah letak efektivitasnya: tawon parasitoid menyerang hama pada fase telur atau larva awal, sebelum hama tersebut sempat menimbulkan kerusakan yang terlihat oleh mata manusia.

Inilah alasan mengapa konservasi musuh alami menjadi prinsip penting dalam pengendalian hama terpadu. Penggunaan insektisida berspektrum luas yang menyasar semua serangga tanpa pandang bulu akan membunuh tawon-tawon kecil ini bersamaan dengan hama yang menjadi target sebenarnya menghilangkan pasukan yang sebenarnya sedang bekerja secara gratis untuk kepentingan petani.

Sekutu kecil yang layak mendapat perhatian besar

Lain kali melihat serangga kecil menyerupai semut bersayap di sekitar tanaman padi, ada kemungkinan itu adalah tawon parasitoid yang sedang mencari telur hama untuk dijadikan inang. Alih-alih dianggap sebagai gangguan, kehadirannya seharusnya disambut sebagai pertanda baik sinyal bahwa ekosistem sawah masih memiliki sistem pertahanan alami yang aktif bekerja.

Fakta menarik: Aplikasi pias Trichogramma di lapangan terbukti efektif jika dilakukan tepat waktu yakni ketika kelompok telur hama target sudah ditemukan di lahan. Karena sifatnya yang sangat spesifik terhadap inang tertentu, parasitoid ini tidak akan menyerang serangga lain yang bukan target, menjadikannya salah satu metode pengendalian hayati paling selektif dan ramah lingkungan yang tersedia bagi petani.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image