Di Ambang Pilu di Rumah Ilmu
Sastra | 2026-06-18 14:45:20
Di Ambang Pilu Di Rumah Ilmu
Di ambang rumah ilmu ini, kata-kata seakan membeku
Menatap setiap sudut yang membisu
Disini kita bersama dalam lantunan ayat
Seiring bibir meraba makna Al-Quran
Menyatu dalam gema merangkai do'a
Wahai guru
Sang pemahat ilmu dan adab bagi insan yang rapuh
Engkau ukirkan ilmu dan adab kepada kami yang hampir rubuh
Maaf...
Maafkan kami...
Yang sering mengikis sabarmu dengan luka
Namun engkau membalas dengan do'a tanpa duka
Terima kasih guruku
Hanya ucapan ini yang belum mewakili atas jasamu
Ilmu yang kau patri akan abadi dalam diri
Betapa berat meninggalkan teduh nasihatmu
Meninggalkan dekapan ilmu yang selama ini kau beri
Kini biarlah rindu ini bersujud dalam doa:
Ya Allah siramilah taman ilmu guru-guru kami dengan rahmat-Mu
Jadikanlah ilmu ini cahaya penyinar hati kami yang sunyi
Ya Allah balaslah kebaikan guru-guru kami dengan syurga-Mu
Tetaplah dekap hati kami dalam manisnya iman dan ilmu yang abadi
Aamiin ya robbal allamin
Selamat tinggal rumah ilmu yang kami cintai
Di ambang pilu kami memaknai
Sebagai saksi bisu kertas kosong kami menjadi terisi
Dengan ilmu yang akan tersirat abadi
Selamat jalan sahabat
Meski seragam kita nanti berbeda
Meski raga tak lagi bersama
Namun kita akan selamanya bersama dalam ilmu dan do'a.
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
