Fenomena Doom Scrolling yang Mengancam Kreativitas Kesehatan Mental
Edukasi | 2026-06-17 06:09:53Dalam era teknologi yang serba cepat video pendek yang berada di platform TikTok, Reels, atau Shorts demi mencapai ketenaran instan manusia terjebak dalam pola Doom Scrolling. Dalam era digital yang menjadi hiburan instan yang tampak aman, sedang terjadi pembunuhan kreativitas dan kesehatan mental yang hening.
Video pendek pada awalnya dirancang sebagai media hiburan serta menjadi ruang bagi manusia untuk menuangkan pola pikir mereka dalam menciptakan kreativitas melalui algortima yang sangat responsif. Platform media sosial seperti tiktok melalui algortimanya berama For Your Page (FYP) yang menampilkan video yang mungkin disukai jadi pengguna baru pun merasa tertarik dan terhibur dan ketagihan.
Melalu fitur dari platform media sosial seperti ”stich” dan ”duet” serta penggunaan ulang audio dari video yang telah di publikasikan yang membuat platform hidup dan mempercepat penyebaran konten. Namun di sisi lain setiap pengguna scrolling ke jendela konten baru menciptakan dopamin untuk menelusuri lebih lanjut.
Apa Itu Doomscrolling ?
Apa yang dimaksud doomscrolling? fenomena ini dikaitkan dengan Kebiasaan untuk menelusuri media sosial terutama video pendek yang di sarankan oleh algoritma dengan tujuan hanya untuk hiburan dan bersantai tetapi malah terjebak hingga menghabiskan waktu berjam – jam scrolling tanpa habis. Menurut hasil penelitian dari Sharma,Lee dan Johnson, menggunakan media sosial yang lebih lama dari biasanya menunjukan doom scrolling menjadi pola konsumsi tanpa disadari dan nyata terjadi.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa Penyebab fenomena ini adalah bagaimana cara algoritma dari media sosial bekerja untuk menciptakan dopamin memberikan rekomendasi video yang sesuai dan minat kita sebelumnya. Berdampak pada kita yang terjebak dalam loop yang tak pernah berhenti dimana konten baru yang membuat kita lupa waktu.
Penelitian menurut (Carleton,2016) menunjukan bahwa setiap orang berusaha mengakses berbagai informasi dan berita melalui internet, video pendek merupakan salah satu media penyebar informasi berita tercepat dan terkait topik yang dianggap penting. Ketidakpastian akan berita yang muncul berdampak dalam algoritma video pendek mendorong individu untuk mencari informasi tambahan demi mendapatkan rasa aman berdampak pada kondisi dan kesehatan mental dari individu tersebut.
Hal ini berdampak pada gangguan kecemasan terhadap otak dan terus mencari berita terkini demi mendapatkan rasa aman. Selain itu fenomena doomscrolling juga menjadi salah satu pemicu anxiety disorder, yaitu kecemasan berlebihan serta rasa akan ketakutan yang tak kunjung hilang.
Hilangnya Kemampuan Untuk Menciptakan Ide Baru
Fenomena ini juga membuat kemampuan seseorang untuk berpikir secara mendalam dan mengeksplor berbagai ide ide baru dan terbuka cenderung menurun. Dampak yang dirasakan secara bertahap menggerus kemampuan manusia untuk fokus dikarnakan konten yang terlalu cepat berganti berdampak pada kondisi otak yang sulit untuk konsentrasi dalam waktu yang lama.
Fenomena ini juga dalam jangka waktu panjang menggerus kreativitas kita dikarnakan terlalu banyak waktu untuk scrolling membuat kita malas untuk mengembangkan ide ide baru dan cenderung meniru kreativitas orang lain lewat konten konten yang lewat dari media sosial
Ambil Langkah Baik dari Sekarang
Pada langkah pertama, cobalah untuk berpikir secara mendalam sebelum menerima informasi dari media sosial apakah informasi yang kamu terima berdampak baik atau buruk? Berfikir sebelum menerima adalah langkah awal kamu bisa menerima informasi secara sehat
Langkah kedua, memilih konsumsi berita yang akan masuk ke dalam algoritma dan batasi segala media atau akun media sosial yang memberitakan hal yang menurutmu berdampak buruk dan jangan ragu untuk block,unfollow segala akses media yang membuat mu merasa tidak nyaman.
Langkah ketiga, batasi penggunaan sosial media harian anda mulailah mencari kegiatan positif lainnya, kegiatan di luar yang berfokus pada peningkatan diri dan sosialisasi dengan itu kamu dapat meminimalisir penggunaan media sosial dan terjebak dalam scrolling tanpa batas.
Langkah keempat, carilah bantuan orang sekitar yang kamu percayai seperti keluarga atau sahabatmu dan juga ke para ahli psikolog ceritakan apa yang kamu alami manusia hanyalah mahluk biasa yang saling membutuhkan bantuan manusia lain.
Hidup di era digital dimana kita mampu mengakses segala berita dan informasi secara luas selain berdampak baik namun jika kita tidak mampu menyaring segala macam informasi yang masuk kita mampu terjebak dalam siklus doomscrolling tanpa batas sehingga kita mampu menciptakan ide baru yang original.
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
