Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Brian Nainggolan

Analisis Kualitas Hunian Sehat di Kos Flowren Banyuwangi: Sebuah Studi Observasi

Info Sehat | 2026-06-16 22:54:30

Kesehatan lingkungan merupakan fondasi utama dalam menciptakan kualitas hidup masyarakat yang optimal, terutama di kawasan hunian padat seperti kos-kosan. Di tengah tingginya mobilitas penduduk perkotaan, tempat indekos menjadi pilihan utama bagi mahasiswa, pekerja migran, dan masyarakat berpenghasilan rendah yang membutuhkan hunian sementara. Namun, kepadatan penghuni dan penggunaan fasilitas bersama seringkali menjadi tantangan serius dalam menjaga sanitasi lingkungan. Melihat urgensi tersebut, tim dari Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga Banyuwangi melakukan observasi evaluatif di Kos Flowren, Jl. Kepiting, Tukang Kayu, Sobo, Banyuwangi pada 24 Mei 2026 untuk menilai kualitas sanitasi berbasis kesehatan lingkungan.

Hasil observasi menunjukkan capaian yang menggembirakan. Berdasarkan penilaian menggunakan instrumen checklist yang mengacu pada Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2023 tentang Kesehatan Lingkungan, Kos Flowren berhasil meraih total skor 85 dari 93 atau setara dengan 91,4 persen. Angka ini mengkategorikan hunian tersebut dalam status Memenuhi Syarat (MS), melampaui batas minimum kelayakan sebesar 75 persen. Keberhasilan ini tidak lepas dari pengelolaan yang baik pada tiga komponen kunci yang mencapai nilai sempurna, yaitu kualitas air bersih, kebersihan jamban dan kamar mandi, serta kondisi drainase yang masing-masing memperoleh skor 100 persen.

Kondisi fisik bangunan Kos Flowren juga tergolong baik dengan skor 90,5 persen. Lantai keramik yang kedap air, atap yang tidak bocor, serta ketersediaan ventilasi alami melalui jendela dan lubang angin menjadi indikator positif yang mendukung kenyamanan penghuni. Selain itu, kepadatan hunian telah memenuhi standar minimal 9 m² per orang, sehingga ruang gerak penghuni tetap terjaga dan sirkulasi udara dalam kamar cukup baik. Ketersediaan air bersih selama 24 jam dari sumber PDAM atau sumur terlindung juga menjadi nilai tambah yang signifikan dalam mendukung aktivitas sanitasi sehari-hari.

Meskipun secara keseluruhan telah layak, observasi ini mengungkap beberapa celah kritis yang memerlukan perhatian segera. Kelemahan paling mendesak adalah ketiadaan kawat kasa anti vektor pada ventilasi, yang mendapatkan skor terendah (1 dari 3). Kondisi ini sangat mengkhawatirkan mengingat musim hujan dapat memicu peningkatan populasi nyamuk dan lalat sebagai vektor penyakit seperti Demam Berdarah Dengue (DBD) dan diare. Selain itu, ditemukan area dinding dengan kelembaban pada sudut ruangan serta pengelolaan sampah yang belum optimal, terutama pada aspek pemilahan organik-anorganik, kondisi fisik tempat sampah, frekuensi pengangkutan yang belum rutin harian, serta penataan Tempat Penampungan Sementara (TPS) yang masih perlu perbaikan.

Rekomendasi perbaikan yang dapat segera diterapkan antara lain pemasangan kawat kasa pada seluruh ventilasi, perbaikan area dinding yang lembab untuk mencegah pertumbuhan jamur, optimalisasi sistem pemilahan sampah dengan menyediakan wadah terpisah untuk organik dan anorganik, serta peningkatan frekuensi pengangkutan sampah menjadi minimal sekali sehari. Pengelola kos juga disarankan untuk membuat jadwal pembersihan rutin dan sosialisasi perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) kepada penghuni guna menumbuhkan kesadaran kolektif dalam menjaga fasilitas bersama.

Temuan ini menegaskan bahwa standar kesehatan lingkungan bukanlah sekadar formalitas administratif, melainkan instrumen vital dalam melindungi masyarakat dari penyakit berbasis lingkungan. Kos Flowren telah membuktikan bahwa dengan pengelolaan yang baik, hunian sewa dapat memenuhi standar sanitasi yang ditetapkan pemerintah. Namun, keberlanjutan kualitas lingkungan sangat bergantung pada komitmen bersama antara pengelola dan penghuni untuk terus memelihara dan meningkatkan fasilitas yang ada. Dengan perbaikan pada titik-titik kritis tersebut, Kos Flowren berpotensi menjadi model hunian sewa yang sehat, aman, dan nyaman bagi seluruh penghuninya di masa mendatang.

Jadi, mari kita rawat lingkungan Kos Flowren sebagaimana kita merawat tubuh kita sendiri. Dengan kebiasaan sederhana namun konsisten, kita sudah turut serta membangun hunian yang tidak hanya layak huni, tetapi juga sehat, aman, dan membanggakan. Jadikan Kos Flowren bukan sekadar tempat singgah, melainkan rumah kedua yang selalu mendukung gaya hidup sehat dan bahagia!

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image