Gambaran Hidup Sesudah Mati
Agama | 2026-06-16 09:48:17Gambaran Hidup Sesudah Mati
Mu’adz bin Jabal bertanya kepada Rasulullah, “ Wahai Rasul, terangkan kepadaku tentang makna firman Allah: “yaitu hari (yang pada waktu itu) ditiup sangkakala, lalu kamu datang berkelompok-kelompok.”
Maka Rasulullah pun menangis. Cucuran air matanya membasahi baju, seraya bersabda, yang artinya, “Engkau telah bertanya sesuatu yang dahsyat. Umatku akan dibangkitkan pada hari Kiamat dalam dua belas kelompok tabiat:
1. Kelompok pertama: dibangkitkan tanpa tangan dan kaki. Seraya terdengar suara dari sisi Allah, “Mereka adalah orang-orang yang mengganggu tetangganya. Maka, inilah ganjarannya dan nerakalah tempatnya.”
2. Kelompok kedua: dibangkitkan dalam bentuk babi. Seraya terdengar dari sisi Allah, “Mereka adalah orang-orang yang bermalas-malas melakukan shalat. Maka, inilah ganjarannya dan nerakalah tempatnya.”
3. Kelompok ketiga: dibangkitkan dari kubur yang dalam keadaan perut besar, menggunung, serta dipenuhi ular dan kalajengking. Terdengar suara dari sisi Allah, “Mereka adalah orang-orang yang menahan-nahan zakat. Maka, inilah ganjarannya dan nerakalah tempatnya.”
4. Kelompok keempat: dibangkitkan dari kuburnya dalam keadaan darah mengalir dari mulut mereka, seraya terdengar suara dari sisi Allah, “ Mereka adalah orang-orang yang berdusta dalam jual beli, maka inilah ganjarannya dan nerakalah tempatnya.”
5. Kelompok kelima: dibangkitkan dari kuburnya dalam keadaan berbau busuk, lebih busuk daripada bau bangkai. Terdengar suara dari sisi Allah, “Mereka adalah orang-orang yang melakukan maksiat tersembunyi karena merasa takut dilihat orang, tetapi tidak takut pengawasan Allah. Maka, inilah ganjarannya dan nerakalah tempatnya.
6. Kelompok keenam: dibangkitkan dari kuburnya dalam keadaan terputus lehernya, seraya terdengar suara dari Allah, “Mereka adalah orang-orang yang memberi kesaksian palsu. Maka inilah ganjarannya dan nerakalah tempatnya.”
7. Kelompok ketujuh: dibangkitkan dari kuburnya tanpa memiliki lidah. Dari mulutnya mengalir nanah dan darah, seraya terdengar dari sisi Allah, “Mereka adalah orang-orang yang menolak memberi kesaksian. Maka, inilah ganjarannya dan nerakalah tempatnya.”
8. Kelompok kedelapan: dibangkitkan dari kuburnya dalam keadaan tertunduk, kedua kaki di atas kepala. Terdengar dari sisi Allah, “Mereka adalah orang-orang yang gemar melakukan zina dan keburu mati sebelum bertobat. Maka, inilah ganjarannya dan nerakalah tempatnya.”
9. Kelompok kesembilan: dibangkitkan dari kuburnya dalam keadaan berwajah hitam. Matanya biru, perutnya penuh api. Terdengar dari sisi Allah, “Mereka adalah orang-orang yang memakan harta dan merampas hak anak-anak yatim secara zalim. Maka, inilah ganjarannya dan nerakalah tempatnya.”
10. Kelompok kesepuluh: dibangkitkan dari kuburnya dalam keadaan sakit kusta dan sopak. Terdengar suara dari sisi Allah, “Mereka adalah orang-orang yang mendurhakai kedua orang tua. Maka, inilah ganjarannya dan nerakalah tempatnya.”
11. Kelompok kesebelas: dibangkitkan dari kuburnya dalam keadaan buta hati, buta mata. Giginya seperti tanduk kerbau. Bibir dan lidahnya bergelantungan mencapai dada, perut dan paha. Sedang dari perutnya keluar kotoran. Terdengar dari sisi Allah, “Mereka adalah orang-orang yang gemar meminum khamr. Maka inilah ganjarannya dan nerakalah tempatnya.”
12. Kelompok keduabelas: dibangkitkan dari kuburnya dengan wajah bercahaya, seperti sinar bulan purnama dan melewati sirath secepat kilat. Terdengar dari sisi Allah, “Mereka adalah orang-orang yang melakukan amal kebajikan, menjauhi segala kemaksiatan, rajin memenuhi panggilan shalat, dan mati sesudah bertobat. Maka, ganjaran mereka adalah ampunan, rahmat, dan ridha, serta surga dari Allah.”
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
