Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image ika ahmad_

Perilaku Kaum Sodom Merajalela, Jangan Pernah Abai untuk Saling Mengingatkan

Agama | 2026-06-16 05:33:32

Dunia sudah semakin tua, kerusakan moral terjadi dimana-mana. Belum tuntas penyelesaian tingginya masalah terkait penganiayaan, pembunuhan bahkan mutilasi, aborsi, dan pembuangan bayi akibat pergaulan normal(laki-laki dan perempuan) secara bebas. Akhir-akhir ini muncul masalah "kaum sodom" yang mulai berani dan tidak malu menampakkan aktivitasnya di khalayak umum, sempat beredar pula video viral di lingkungan kampus mengenai dua pria yang berciuman, dan kejadian tersebut terjadi di Politeknik Negeri Jakarta (PNJ). Liputan6.com(2/6/2026)

Fenomena ini semakin merajalela, karena ide kebebasan sudah berhasil masuk ke benak manusia Indonesia. Sehingga perilaku kaum sodom dianggap wajar untuk mengekspresikan kebebasan ala mereka dengan dalih atas nama Hak Asasi Manusia yang mengesampingkan nilai moral dan aturan. Ditambah pandangan individualistik yang lahir dari turunan ide kebebasan(kapitalisme) ini, sehingga berimbas kepada perilaku manusia yang serba cuek, kalau hal itu tidak terjadi atau "mengganggu" dirinya maka itu tidak masalah, bukan menjadi urusannya. Tingkat kepedulian terhadap sesama mulai terkikis habis, bahkan sengaja 'dilarang' untuk peduli karena akan dianggap terlalu mencampuri urusan orang lain. Hal ini jika dibiarkan terus menerus tanpa adanya tindakan tegas untuk menyelesaikannya, akan menjadi sebuah keniscayaan jika kedepannya perilaku kaum sodom menjadi sesuatu yang normal dan biasa di tengah masyarakat.

Kondisi ini sangat miris, berapa banyak lagi hati orangtua yang akan tersakiti dan hancur lebur ketika tahu anak mereka menjadi bagian dari "kaum sodom". Tidak pernah bisa membayangkan bagaimana nasib dunia, khususnya Indonesia beberapa masa kedepan. Jangan sampai Indonesia sebagai bangsa yang beradab dan menjunjung tinggi nilai moral tidak lagi terlihat, tertutupi dengan perilaku bejat yang sudah tidak teratasi.

Islam telah menyodorkan solusi untuk manusia secara keseluruhan, termasuk bagaimana cara mencegah dan menuntaskan masalah "kaum sodom" ini. Diantaranya, yakni:

· Sejak dini anak sudah diajarkan untuk takut hanya kepada Allah, dan setiap amal perbuatan hamba harus terikat dengan syariatNya karena kelak di akherat akan dimintai pertanggungjawaban sebagaimana Firman Allah dalam QS Al-Muddassir ayat 38 yang artinya: "Setiap jiwa bertanggung jawab atas apa yang telah diperbuatnya." Perilaku sodomi termasuk perbuatan keji dan dosa besar, balasan di akherat akan mendapatkan siksa yang sangat pedih. Sehingga tameng diri(ketaatan) senantiasa akan menjaganya dari tergelincir ke dalam maksiyat termasuk perilaku kaum sodom ini.

· Sejak dini anak sudah diajarkan dan dipahamkan tentang fitrahnya, bagaimana batasan aurat bagi laki-laki dan perempuan, bagaimana batasan pergaulan menurut Islam, bagaimana anak-anak ketika sudah menginjak usia 7 tahun baik laki-laki dan perempuan dipisahkan ranjang dan selimut mereka. Rasulullah bersabda: "Perintahkanlah anak-anak kalian shalat ketika usia mereka tujuh tahun; pukullah mereka karena (meninggalkan)-nya saat berusia sepuluh tahun; dan pisahkan mereka di tempat tidur.” (HR Abu Dawud)

· Menjaga lingkungan baik di sekolah maupun masyarakat agar tetap kondusif, dimana lingkungan itu bisa memiliki pemahaman, perasaan dan peraturan yang sama dan tegas dalam menyikapi perilaku kaum sodom ini. Tidak ada kata toleransi dan pemakluman dalam menghadapi masalah ini, bahkan tidak memberikan panggung untuk mereka. Sehingga ketika orangtua melepas anak keluar rumah tidak akan ada kekhawatiran, karena lingkungannya ikut menjaga keamanan bagi anak mereka.

· Adanya kewajiban masing-masing individu untuk menyeru kepada Islam(sebagai solusi segala permasalahan) serta menyeru kepada yang ma'ruf dan menolak kemunkaran dalam rangka memperbaiki diri, sesama dan lingkungan. Meski dunia tidak seramah dulu, jangan pernah abai untuk saling mengingatkan serta mengontrol ketika terjadi kemaksiyatan termasuk perilaku kaum sodom ini, Allah Berfirman dalam QS. Al Imron 104: "Hendaknya ada diantara kalian segolongan umat yang menyeru kepada kebaikan, menyeru kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar."

· Peran negara sangat dibutuhkan dalam menuntaskan masalah kaum sodom ini. Masuknya ide sekulerisme dan kebebasan yang mengatasnamakan Hak Asasi Manusia tidak akan bisa terbendung dengan kuat kecuali dengan ketegasan negara dalam penerapan Syariat secara menyeluruh. Bagaimana negara sebagai sebuah institusi yang mengurusi urusan rakyatnya harus tegas dalam mencegah apapun yang menyebabkan masuknya wabah kaum sodom ke tengah-tengah umat dan ketegasan negara dalam memberikan sanksi bagi para pelaku kaum sodom sebagai efek jera bagi mereka khususnya, maupun sebagai efek pencegahan bagi umat. Terdapat hadis dari sahabat Ibnu Abbas bahwa Nabi SAW bersabda, "Siapa saja yang kalian dapati melakukan perbuatan kaum Luth, maka bunuhlah pelaku dan pasangannya" (HR. Ahmad, Abu Daud, dan Tirmidzi).

Khatimah

Sebelum panggung dunia ini sesak dipenuhi dengan kaum sodom, sebelum penyesalan terjadi karena generasi anak cucu kita sudah tertular wabah perilaku kaum sodom, jangan pernah abai untuk saling mengingatkan bahwa Islam satu-satunya solusi tuntas untuk memberantas kaum sodom di dunia. Wallahu a'lam bishshowwab

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image