Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Fall Season07

Kehidupan Ideal dengan Menerapkan Al-Quran

Agama | 2026-03-14 22:57:05

 

Bulan Ramadhan tidak terasa berjalan dengan cepat hingga kini mencapai pada 10 hari terakhir yang penuh keutamaan. Kita sudah tidak asing lagi mengenai keutamaan malam Lailatul Qadr yang merupakan malam penuh rahmat dan lebih istimewa daripada 1000 bulan. Malam Lailatul Qadr juga seringkali identik dengan keistimewaan dari Al-Qur’an yang merupakan petunjuk bagi ummat manusia dalam menjalani kehidupan yang Allah berikan.

Akan tetapi, kadangkala kita lupa bahwa Al-Qur’an ada bukan hanya untuk dibaca dan dikhatamkan di bulan Ramadhan, melainkan untuk diterapkan. Hal ini tentu karena Al-Qur’an adalah bagian dari syariat utama yang berisi peraturan dan rahmat bagi manusia. Mulai dari ayat wajibnya puasa dalam surah Al-Baqarah ayat 183 sampai perintah untuk berjihad dalam surah Al-Baqarah ayat 216.

Peraturan dalam Al-Qur’an mencakup tiga dimensi dalam kehidupan manusia, di antaranya yaitu hubungan kita dengan sang pencipta Allah SWT yang mengatur mengenai akidah dan ibadah, hubungan kita dengan diri kita sendiri yang mengatur mengenai pola sikap, akhlak, pergaulan, pakaian hingga makan dan minum, serta yang ketiga mengenai hubungan kita dengan masyarakat yaitu muamalah dan sanksi. Maka atas dasar inilah kenapa Islam bukan hanya sekedar agama melainkan juga ideologi yang dilandasi oleh akidah Islam. Hal itulah yang menjadikan Islam sebagai sistem kehidupan yang utuh, bukan hanya ajaran moral atau spiritual belaka.

Namun sangat disayangkan, saat ini bukanlah aturan Allah yang diterapkan melainkan sistem kapitalisme dengan akidahnya yang memisahkan agama dari kehidupan. Membuat generasi muda semakin jauh dari agama dengan maraknya pergaulan bebas serta sistem perekonomian yang justru menyebabkan kesenjangan kaya dan miskin semakin lebar. Padahal Allah telah memperingatkan dalam surah Ar-Rum ayat 41:

ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُمْ بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ

“Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan oleh perbuatan tangan manusia.”

Hal ini sangat berbeda ketika aturan Allah masih diterapkan dalam bingkai sistem Islam yaitu Khilafah. Seperti halnya Khalifah Umar bin Abdul Aziz yang berhasil menerapkan sistem ekonomi Islam dan menciptakan kesejahteraan masyarakat meningkat hingga petugas zakat kesulitan menemukan orang yang berhak menerima zakat. Contoh lainnya juga perkembangan ilmu pengetahuan yang pesat pada masa kekhilafahan Abbasiyah yang dimana kota Baghdad menjadi pusat ilmu dunia dan berhasil menciptakan para ilmuwan hebat, di antaranya Al Khawarizmi hingga Ibnu Sina.

Hal ini menunjukkan bahwa ketika Al-Qur’an dijadikan pedoman kehidupan, maka akan lahir peradaban yang maju, adil, dan sejahtera. Menciptakan generasi yang tidak hanya cerdas dalam bidang keilmuannya melainkan juga berkepribadian Islam yang tentu saja dilandasi oleh akidah Islam.

وَلَوْ اَنَّ اَهْلَ الْقُرٰٓى اٰمَنُوْا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكٰتٍ مِّنَ السَّمَاۤءِ وَالْاَرْضِ وَلٰكِنْ كَذَّبُوْا فَاَخَذْنٰهُمْ بِمَا كَانُوْا يَكْسِبُوْنَ ۝٩٦

Sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, niscaya Kami akan membukakan untuk mereka berbagai keberkahan dari langit dan bumi. Akan tetapi, mereka mendustakan (para rasul dan ayat-ayat Kami). Maka, Kami menyiksa mereka disebabkan oleh apa yang selalu mereka kerjakan. (Al-A’raf:96)

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image