Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Rosi Risalah

Ibrahim AS: Membangun Keluarga Tauhid di Tengah Warisan yang Rusak

Kisah | 2026-06-12 21:13:45
Ilustrasi dibuat oleh Gemini AI

Tidak semua dari kita hadir dari keluarga yang ideal. Ada yang punya sosok ayah yang pemabuk, atau bahkan melakukan kekerasan terhadap anaknya. Atau kita hidup di lingkungan yang toxic, tidak damai dan terlihat begitu gelap. Tetapi, walaupun berpengaruh, tetap tidak menjadi penentu mutlak bagaimana jalan hidup kita pada akhirnya. Masih ada ruang ketidakpastian yang bisa kita isi untuk menciptakan lingkungan yang lebih baik lagi.

Berlaku bagi seorang anak laki-laki. Mungkin dia ingin menjadi pribadi yang baik dan ideal. Namun, ia sama sekali tidak punya contoh yang mengarahkannya untuk menjadi sosok yang cukup. Ketika harusnya seorang ayah hadir untuk memberikan visi strategis dan menjadi panutan bagi anak-anaknya, kenyataannya beberapa kondisi kerapkali membuat sosok ayah malah menjadi sebuah trauma. Fatherless adalah fenomena.

Namun, sekali lagi kita ungkapkan, bahwa kondisi awal yang tidak bisa kita pilih tidak mutlak menentukan akhirnya.

Berangkat dari hubungan ayah dan anak yang awalnya tidak ideal, kita bisa belajar dari kisahnya Nabi Ibrahim AS. Ayah Nabi Ibrahim AS adalah seorang penyembah dan pencipta berhala. Nabi Ibrahim AS harus hidup berdampingan dengan ayahnya yang saat itu sangat berbeda sudut pandang bahkan pelopor kesyirikan. Namun, Nabi Ibrahim AS tetap berpegang teguh dengan imannya, terus mengajak bertauhid dengan bersikap lemah lembut kepada ayahnya. Beliau berbakti kepada orang tua, namun tidak membenarkan apa yang salah dari mereka.

Mungkin, ada hal-hal dimana Nabi Ibrahim AS ingin melakukan kebaikan bersama, tetapi tidak mendapatkan sosok role model itu dari ayahnya. Tetapi beliau tidak menyerah dan Allah SWT mampukan membangun keluarganya menjadi keluarga ideal dengan hubungan ayah-anak yang sangat menginspirasi.

Jika aktivitas penghambaan itu tidak terlaksana bersama sang ayah, Nabi Ibrahim AS berhasil melaksanakannya dengan anak-anaknya. Bersama Ismail AS, Nabi Ibrahim AS membangun ka'bah. Mendapatkan sosok anak yang begitu taat untuk beribadah kepada-Nya. Mewujudkan visi misi bersama untuk berdakwah. Begitu pula dengan Nabi Ishaq AS yang ikut meneruskan dakwahnya di Palestina. Dari anak yang memiliki sosok ayah pemahat berhala menjadi sosok ayah terbaik bagi anak-anaknya bahkan terkenal sebagai 'Bapaknya Para Nabi'.

Aku membayangkan, mungkin ada beberapa hal yang awalnya menjadi luka, menjadi trauma, menjadi suatu hal yang ingin dihindari saat kita kecil dari orang tua kita. Tetapi kita harus bisa memaafkan mereka karena semua orang tua memang tidak sempurna. Kemudian jika ada hal-hal yang bertentangan dengan kita, kita bisa punya motivasi lebih kuat untuk tidak melanggengkan hal-hal itu.

Energi syukur kita gunakan untuk mewariskan hal-hal baik dari kedua orang tua kita. Kita harus mensyukuri itu. Tetapi energi sabar seperti perbaikan untuk hal-hal yang tidak sejalan bisa kita gunakan untuk memperbaiki keluarga kita dari trauma-trauma yang kita rasakan semasa kecil.

Betapa indahnya Allah SWT mengatur hubungan orang tua dan anak. Betapa indahnya jika setiap peran menjalankan kewajibannya dengan sebaik-baiknya. Semoga Allah SWT senantiasa memudahkan dan membimbing kita untuk membangun keluarga yang penuh dengan cinta dan ridha-Nya. Membangun keluarga tauhid di tengah warisan yang rusak.

Baca juga: Anak Tunggal dan Beban Ekspektasi yang Terpusat pada Dirinya

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image