Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Pandu Setyawan

Harga Pertamax Naik: Beban Baru Masyarakat di Tengah Tekanan Ekonomi

Info Terkini | 2026-06-10 16:08:40

Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) kembali menjadi perhatian masyarakat Indonesia. Mulai 10 Juni 2026, PT Pertamina resmi menaikkan harga BBM nonsubsidi jenis Pertamax menjadi Rp16.250 per liter dari sebelumnya Rp12.300 per liter. Kenaikan ini membuat publik terkejut karena selisihnya mencapai Rp3.950 per liter atau lebih dari 30 persen dalam satu penyesuaian harga. Sementara itu, harga Pertamax Green turut naik menjadi Rp17.000 per liter, sedangkan BBM subsidi seperti Pertalite dan Biosolar masih dipertahankan pada harga sebelumnya.

Bagi sebagian masyarakat, terutama pengguna kendaraan pribadi dengan spesifikasi mesin yang direkomendasikan menggunakan RON 92, kenaikan ini tentu menambah beban pengeluaran harian. Pengendara yang biasanya mengisi penuh tangki kendaraan kini harus mengeluarkan biaya lebih besar dibanding sebelumnya. Tidak sedikit masyarakat mulai mempertimbangkan pengurangan mobilitas, beralih ke transportasi umum, atau bahkan mengganti jenis BBM yang digunakan demi menghemat pengeluaran.

Namun, dampak kenaikan harga Pertamax tidak berhenti pada konsumen kendaraan pribadi saja. Dalam konteks ekonomi yang lebih luas, kenaikan BBM sering kali memicu efek domino terhadap biaya transportasi dan distribusi barang. Ketika biaya operasional meningkat, pelaku usaha berpotensi menyesuaikan harga produk dan jasa mereka. Jika terjadi secara masif, kondisi ini dapat memengaruhi daya beli masyarakat, terutama kelompok menengah yang sedang menghadapi tekanan ekonomi akibat kenaikan kebutuhan hidup lainnya.

Di sisi lain, Pertamina menjelaskan bahwa penyesuaian harga dilakukan berdasarkan evaluasi berkala yang mempertimbangkan harga minyak dunia dan formula harga keekonomian yang telah ditetapkan pemerintah. Karena Pertamax termasuk BBM nonsubsidi, harganya lebih fleksibel mengikuti kondisi pasar global dibandingkan BBM subsidi seperti Pertalite. Pemerintah juga menegaskan bahwa stok dan harga BBM subsidi masih tetap aman untuk masyarakat yang membutuhkan.

Fenomena kenaikan harga Pertamax kembali mengingatkan bahwa ketergantungan besar terhadap bahan bakar fosil membuat masyarakat rentan terhadap perubahan ekonomi global. Dalam jangka panjang, efisiensi penggunaan kendaraan, pemanfaatan transportasi publik, hingga pengembangan energi alternatif menjadi isu penting yang perlu dipikirkan bersama. Sebab, ketika harga energi berubah, dampaknya bukan hanya dirasakan di SPBU, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari masyarakat luas.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image