Tekanan Psikologis Tokoh Zulbahri dan Realitas Kehidupan Modern
Sastra | 2026-06-10 13:24:52
Karya Idrus selalu menghadirkan kisah tentang pencarian makna dalam kehidupan. Idrus juga menghadirkan tokoh-tokoh untuk memperlihatkan pilihan-pilihan yang sulit antara keinginan pribadi dengan norma sosial masyarakat yang ada. Tokoh tersebut menunjukkan konflik tidak selalu mampu menjalani kehidupan sesuai dengan yang diharapkan oleh masyarakat atau pembaca. Cerpen Ave Maria karya Idrus ditulis dalam konteks Indonesia pada masa lalu, tetapi masih relevan dengan situasi terkini di masyarakat yang selalu berhadapan dengan sosial dengan contoh tekanan batin.
Tekanan batin adalah ketika seseorang mengalami konflik batin dengan dirinya, antara pertentangan perasaan dan harapan yang dihadapinya. Dalam cerpen Ave Maria karya Idrus sangat jelas terlihat tekanan batin terjadi pada tokoh Zulbahri, ia dihadapkan dengan kenyataan pahit rumah tangganya yang tidak berjalan seharusnya. Pernikahan yang seharusnya menjadi pelabuhan yang damai, kini menjadi hilang dan tidak ada kasih dan sayang di dalamnya. Keharmonisan dalam pernikahan yang seharusnya didasari oleh kepercayaan, kasih sayang, dan komunikasi yang baik. Prinsip ini harus selalu diterapkan, supaya rasa kepercayaan terhadap pasangan bisa membangun komitmen emosionalnya.
Cerpen Ave Maria karya Idrus memberikan gambaran tentang bagaimana pentingnya peran keluarga dan lingkungan terdekat untuk mengelola emosi yang sedang dialaminya. Kehadiran Syamsu dan kembali dekat dengan Wartini istrinya, membuat kegelisahan pada Zulbahri yang terus mengganggu pikirannya. Zulbahri lebih banyak memendam emosi dan masalah yang sedang dihadapi, akibatnya hal tersebut bisa mengganggu psikologis.
Melalui tokoh Zulbahri, Idrus sebagai penulis menunjukkan bahwa tekanan batin dapat mempengaruhi seseorang dalam kehidupannya. Apabila harapan tidak sesuai dengan apa yang terjadi, bisa menimbulkan perasaan tidak puas akan dirinya yang menyebabkan tekanan batin berkepanjangan.
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
