Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image M.Rizal

Doakan Indonesia Aman dan Dukung Menteri Agama, Nahdlatul Ulama Purwakarta Gelar Istighosah

Info Terkini | Monday, 14 Mar 2022, 17:28 WIB
Nahdlatul Ulama Purwakarta gelar istighosah.

Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) dan Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupten Purwakarta menggelar istighosah doa bersama untuk negeri bertempat di halaman Masjid Agung Baing Yusuf, Senin, 14 Maret 2022.

Selain menggelar istighosah, kegiatan yang diikuti ratusan pengurus hingga Badan Otonom (Banom) Nahdlatul Ulama Kabupten Purwakarta itu, juga sebagai bentuk dukungan terhadap Mentri Agama RI Yaqut Cholil Qoumas.

Rois Syuriah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU), Abun Bunyamin, mengatakan kegiatan ini digelar untuk mendoakan bangsa dan negara yang saat ini tengah dirongrong berbagai permasalahan terutama perpecahan bangsa.

"Kegiatan ini sebagai kepedulian NU terhadap tanah air. Untuk itu kita doakan bangsa ini agar aman dan damai," ucap KH Abun.

Selain itu, KH Abun pun menanggapi soal sejumlah aksi yang dilakukan sebagian orang menolak pernyataan Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas terkait pernyataannya soal aturan penggunaan pengeras suara saat adzan.

"Keritik boleh, tapi tidak boleh caci maki, negara ini harus damai tidak boleh gaduh. Oleh karena itu, mereka yang caci maki biar sadar, insyaf. Karena cara-cara itu tidak ahlakulkarimah," ucapnya.

Sementara itu, Rois Syuriah PCNU Kabupten Purwakarta, Akhfaz Fauzi menambahkan, pernyataan Mentri Agama soal aturan penggunaan pengeras suara saat adzan sebenarnya tidak mengganggu hak dan pelaksanaan keagamaan khususnya di Indonesia.

Oleh karena itu, ia mendukung pernyataan Menteri Agama terkait hal tersebut.

"Kita mendukung, karena pernyataan itu sebenarnya tidak ada yang salah dan maksudnya baik. Dan itu tidak mengganggu pelaksanaan keagamaan, khususnya di Indonesia," jelasnya.

Adapun kegaduhan terkait pernyataan Mentri Agama, dilanjutkan Akhfaz Fauzi, kuat dugaan sengaja dihembuskan pihak-pihak tertentu untuk mengganggu ketentraman negara Indonesia.

"Sasarannya bukan hanya secara khusus ditujukan kepada ke Gus Yaqut (Yaqut Cholil Qoumas- red ) atau keluarga besar NU, sebenarnya rencana besarnya ke negara Indonesia secara keseluruhan," katanya.

Menurutnya, NU salah satu benteng NKRI, untuk itu bagi pihak-pihak yang ingin mengahncurkan Indonesia terlebih dahulu harus menghancurkan NU.

KH. Akhfaz menyebut, kegiatan istighosah ini pun menjadi ajang mendoakan pihak-pihak yang menginginkan perpecahan bangsa ini untuk mendapatkan hidayah.

"Pada kegiatan istighosah ini kita doakan, semoga orang-orang seperti itu diberi petunjuk atau hidayah dan dapat bersama-sama membangun Indonesia," tutup KH. Akhfaz Fauzi.***

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Jadi yang pertama untuk berkomentar
 

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image