Beasiswa Tangerang Gemilang: Hebat Hari Ini, Akankah Bertahan Esok?
Kebijakan | 2026-06-08 10:23:15
Pemerintah Kabupaten Tangerang baru saja meluncurkan program ambisius bernama Beasiswa Tangerang Gemilang. Mereka menggelontorkan anggaran Rp25,5 miliar dari APBD 2026 untuk membiayai kuliah 679 mahasiswa kurang mampu hingga selesai. Program ini jelas patut diapresiasi. Di tengah mahalnya biaya pendidikan, ada anak-anak Tangerang yang akhirnya bisa bernapas lega dan mimpi kuliah di kampus favorit. Menurut data yang dirilis, program ini bekerja sama dengan puluhan kampus, termasuk IPB, UNTIRTA, ITB, UNPAD, dan politeknik. Artinya, anak-anak Tangerang yang bercita-cita jadi guru, insinyur, agribisnis, akuntan, atau seniman punya jalur yang sama besarnya dengan mereka yang ingin jadi pilot. Ini penting karena kebutuhan daerah tidak hanya pada profesi tertentu, tetapi pada beragam keahlian. Kabupaten Tangerang yang sedang berkembang pesat butuh lulusan dari semua sektor. Yah, memang dibanding tahun lalu yang hanya 235 orang, tahun ini jumlah penerima naik hampir tiga kali lipat. Artinya, kesempatan yang terbuka memang lebih luas. Para penerima juga bisa memilih dari 33 perguruan tinggi mitra, bahkan hingga ke Al-Azhar Mesir. Anggaran pendidikan daerah juga disebut sudah mencapai 26% dari APBD, melampaui standar nasional. Namun, kita harus jujur. Ketika mendengar kabar bahwa ibu kota negara dan proyek strategis lain pindah ke Nusantara, kita patut waspada. Jangan sampai kebijakan besar di pusat membuat prioritas seperti ini justru tergerus di masa depan. Program bagus ini harus bisa bertahan dan berkelanjutan. Yang paling utama, pemerintah harus terus mengawal realisasi dari janji ini. Jangan sampai anggaran sudah digelontorkan, tapi penerima program kebingungan dengan biaya hidup atau justru mendapatkan perkuliahan yang tidak sesuai. Semua pihak, termasuk DPRD dan masyarakat, harus ikut mengawasi agar beasiswa ini tepat sasaran. Sekretaris Daerah Kabupaten Tangerang, Soma Atmaja, menyebut pendidikan adalah kunci untuk memutus rantai kemiskinan. Saya setuju, tetapi yang lebih penting adalah bagaimana memastikan anak-anak yang sudah dibiayai ini benar-benar lulus dan mendapat pekerjaan layak. Agar semakin sempurna, pemerintah perlu terus memperluas daftar kampus mitra dan memastikan sosialisasi sampai ke pelosok desa. Jangan sampai anak-anak berprestasi tapi miskin informasi tidak mendaftar hanya karena tidak tahu. Selain itu, pengawasan agar beasiswa tepat sasaran juga harus ketat. Namun secara prinsip, Beasiswa Tangerang Gemilang sudah berada di jalur yang benar: menghargai semua mimpi, semua jurusan, semua anak Tangerang. Saya berharap program ini menjadi contoh bagi daerah lain bahwa pendidikan adalah investasi yang tidak boleh pilih kasih. Dengan mendukung semua jurusan, kita tidak hanya melahirkan pilot atau dokter, tetapi juga guru, petani modern, wirausaha muda, dan aparatur desa yang kompeten. Itulah Indonesia Emas yang sesungguhnya
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
