Remaja dan Media Sosial: Krisis Etika dalam Komunikasi Digital
Eduaksi | 2026-06-06 16:23:10
Di era komunikasi digital saat ini, media sosial telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan remaja. Berbagai platform media sosial digunakan untuk berkomunikasi, mencari informasi, memperoleh hiburan, hingga membangun identitas diri. Namun, penggunaan media sosial juga perlu disertai dengan etika komunikasi agar interaksi yang terjadi tetap positif dan bermanfaat.
Lalu, apa itu komunikasi?
Komunikasi adalah proses penyampaian pesan atau informasi dari seseorang kepada orang lain dengan tujuan menciptakan pemahaman bersama. Melalui komunikasi, manusia dapat berinteraksi, bertukar pendapat, serta membangun hubungan sosial dalam kehidupan sehari-hari. Menurut James A. F. Stoner, komunikasi merupakan proses di mana seseorang berusaha memberikan pengertian dan informasi kepada orang lain melalui penyampaian pesan.
Seiring perkembangan teknologi, media sosial menjadi sarana komunikasi yang paling sering digunakan oleh remaja. Namun, masih banyak pengguna yang kurang memperhatikan etika dalam berkomunikasi di dunia digital. Hal ini dapat terlihat dari berbagai perilaku seperti penggunaan kata-kata kasar, cyberbullying, penyebaran hoaks, penyampaian pendapat yang tidak santun, budaya menghujat, oversharing, hingga pembuatan konten yang kurang pantas untuk dikonsumsi publik.
Tidak sedikit remaja yang menganggap perilaku tersebut sebagai hal yang wajar karena sering ditemui di media sosial. Akibatnya, kesadaran akan pentingnya etika komunikasi digital menjadi semakin berkurang.
Padahal, media sosial seharusnya dapat dimanfaatkan sebagai sarana untuk berbagi informasi, menambah wawasan, serta membangun komunikasi yang sehat antar pengguna. Dengan menggunakan media sosial secara bijak dan bertanggung jawab, remaja dapat menciptakan lingkungan digital yang lebih positif, nyaman, dan bermanfaat bagi semua pihak.
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
