Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Abdul hadi tamba

Kenapa Kita Harus Bertariqat

Agama | 2026-06-04 07:26:44

Abdul Hadi tamba.

Kenapa kita harus bertariqat.

Judul dan Pertanyaan yang menarik dari audiens kami.

Semoga tulisan ini sesuai yg di harapkan khususnya oleh penanyak kepada kami yang tidak mau disebut identitas namanya.

Dalam pandangan kami, bertariqat (menjalani jalan spiritual bimbingan mursyid) adalah metode praktis untuk membersihkan hati (tazkiyatun nafus) agar manusia dapat mengenal Allah (ma'rifatullah) dan mencapai kedekatan dengan-Nya.

Pandangan kami meyakini bahwa syariat mengatur amal lahiriah, sementara tarekat mengatur amal batiniah (keikhlasan dan kekhusyukan).

Berikut adalah sumber dalil dan fatwa ulama terkait kewajiban atau anjuran bertariqat:

Dalil Al-Qur'an .

Para sufi mendasarkan amalan batin dan tarekat pada ayat-ayat yang memerintahkan penyucian jiwa dan mengingat Allah, antara lain:

Tentang istiqomah di jalan Allah:

Surah Al-Jinn ayat 16.

"Dan bahwasanya: jikalau mereka tetap berjalan lurus di atas jalan itu (agama Islam), benar-benar Kami akan memberi minum kepada mereka air yang segar (rezeki yang banyak).

Tentang perintah bertakwa dan bersama orang jujur (saleh):

Surah At-Taubah ayat 119.

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah, dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar (jujur/shiddiqin).

(Ayat ini menjadi dasar perlunya pembimbing atau mursyid dalam tarekat).

Tentang zikir secara terus-menerus:

Surah Al-Ahzab ayat 41.

Hai orang-orang yang beriman, berzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, zikir yang sebanyak-banyaknya.

Dalil Hadis Praktik tarekat juga bersumber dari teladan Nabi Muhammad SAW bersama para sahabat, seperti:

Hadis tentang Ihsan:

Hadis riwayat Bukhari dan Muslim yang masyhur, di mana Malaikat Jibril bertanya kepada Nabi tentang Ihsan.

Rasulullah SAW menjawab:

"Engkau menyembah Allah seolah-olah engkau melihat-Nya.

Jika engkau tidak melihat-Nya, maka sesungguhnya Dia melihatmu.

(Tasawuf dan tarekat adalah metode untuk mencapai derajat ihsan ini).

Hadis tentang dzikir berjamaah dan majelis zikir:

Hadis riwayat Muslim.

Rasulullah SAW bersabda bahwa Allah memiliki malaikat yang berkeliling mencari majelis zikir.

Allah berfirman:

"Persaksikanlah oleh kalian bahwa Aku telah mengampuni mereka.

Pandangan dan Fatwa Ulama Muktabar.

Ulama-ulama besar sepakat bahwa tarekat adalah jalan yang sah dan penting untuk mencapai kesempurnaan iman:

Imam Al-Ghazali (w. 505 H):

Dalam kitab monumentalnya Ihya 'Ulum ad-Din, beliau menegaskan bahwa mempelajari ilmu tasawuf dan mempraktikkannya adalah fardhu 'ain (kewajiban individu), karena tidak ada yang selamat di sisi Allah kecuali orang yang memiliki hati yang bersih (qalbun salim).

Syaikh Abdul Qadir Al-Jilani (w. 561 H):

Pendiri Tarekat Qadiriyah ini menyatakan dalam kitab Al-Gunyah li Thalibi Thariq al-Haqq bahwa seorang murid mutlak membutuhkan seorang mursyid (pembimbing spiritual) yang telah mencapai makrifat untuk menuntunnya melewati godaan nafsu dan penyakit hati menuju Allah SWT.

Fatwa Lajnah Daimah & Ulama Kontemporer:

Majelis fatwa seperti Dar al-Ifta al-Misriyyah secara jelas menyatakan bahwa bertariqat adalah sesuatu yang dianjurkan dalam Islam selama tarekat tersebut berpegang teguh pada Al-Qur'an dan Sunnah, tidak menyimpang, dan dipimpin oleh mursyid yang memiliki sanad keilmuan yang jelas dan bersambung kepada Rasulullah SAW.

Terimakasih semoga bermanfaat.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Berita Terkait

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image