Belajar Menjadi Pendidik: Pengalaman Asistensi Mengajar di SMP Negeri 5 Malang
Pendidikan | 2026-05-26 11:29:00
Kegiatan Asistensi Mengajar (AM) yang dilaksanakan di SMP Negeri 5 Malang menjadi salah satu pengalaman yang benar-benar meninggalkan kesan mendalam bagi mahasiswa Universitas Negeri Malang. Banyak hal berharga yang diperoleh selama kegiatan ini berlangsung. Tidak hanya seputar cara mengajar di depan kelas, tetapi juga tentang bagaimana memahami lingkungan sekolah secara nyata, mengenal beragam karakter siswa, serta menghadapi berbagai situasi yang memang tidak pernah dijumpai selama perkuliahan berlangsung.
Selama berada di SMP Negeri 5 Malang, mahasiswa terlibat secara langsung dalam kegiatan proses pembelajaran bersama guru dan siswa di kelas. Mahasiswa membantu proses penyampaian materi, mendampingi siswa saat pembelajaran berlangsung, membantu mengondisikan kelas, hingga ikut berpartisipasi dalam berbagai kegiatan sekolah lainnya. Dari pengalaman inilah, mahasiswa mulai menyadari bahwa menjadi seorang pendidik ternyata membutuhkan lebih dari sekadar penguasaan materi. Kesabaran, kesiapan, serta kemampuan juga tak kalah penting untuk beradaptasi dengan kondisi kelas yang berbeda-beda.
Dalam pelaksanaan pembelajaran, mahasiswa juga mencoba menghadirkan suasana belajar yang lebih menarik dan tidak monoton. Beberapa pembelajaran dilakukan dengan memanfaatkan media interaktif, tampilan materi yang lebih kreatif, serta pendekatan yang personal dengan siswa agar suasana kelas menjadi lebih aktif dan menyenangkan. Kehadiran mahasiswa di kelas membuat beberapa siswa terlihat lebih antusias untuk bertanya, menjawab pertanyaan, maupun terlibat dalam diskusi selama pembelajaran berlangsung.
Program ini juga memberi pengalaman tersendiri salah satunya adalah belajar menghadapi karakter siswa yang berbeda-beda. Ada yang aktif dan mudah diajak berdiskusi, ada juga yang membutuhkan pendekatan lebih agar mau terlibat dalam pembelajaran. Dari sinilah mahasiswa mulai memahami bahwa menjadi seorang pendidik juga harus mampu membaca dan menyesuaikan diri dengan kebutuhan setiap siswa.
Lebih dari itu, program ini juga membuka mata mahasiswa bahwa tugas seorang guru jauh lebih luas dari sekadar mengajar di dalam kelas. Selama kegiatan Asistensi Mengajar berlangsung, mahasiswa turut terlibat dalam berbagai aktivitas sekolah lainnya, mulai dari piket harian, membantu administrasi sederhana, mendampingi siswa di luar jam pembelajaran, hingga berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan di sekolah. Melalui keseharian itulah mahasiswa juga belajar bagaimana seorang guru dituntut untuk mampu membagi waktu dengan baik, menjaga komunikasi yang sehat dengan siswa maupun sesama guru, serta senantiasa menciptakan suasana belajar yang nyaman. Hal-hal yang semula tampak sepele dan biasa ternyata menyimpan peran yang tidak kecil dalam kehidupan seorang pendidik di sekolah dan dari pengalaman itulah mahasiswa semakin menyadari bahwa menjadi pendidik sejati menuntut tanggung jawab serta kesiapan yang menyeluruh, jauh melampaui apa yang terjadi di dalam ruang kelas.
Secara keseluruhan, kegiatan Asistensi Mengajar di SMP Negeri 5 Malang menjadi pengalaman yang sangat bermakna bagi mahasiswa Universitas Negeri Malang. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya belajar mengenai proses mengajar, tetapi juga belajar tentang tanggung jawab, komunikasi, kerja sama, serta bagaimana menjadi pendidik yang mampu menciptakan suasana belajar yang nyaman dan menyenangkan bagi siswa. Kegiatan ini secara keseluruhan berjalan dengan baik dan meninggalkan segudang pengalaman berharga yang kelak akan menjadi bekal bagi mahasiswa dalam menjalani perjalanan sebagai calon pendidik di masa mendatang.
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
