Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Hidayatulloh

Teori Circle of Justice dan Negara Gagal

Politik | 2026-05-26 11:28:51

Mengapa ada negara maju kuat dan sejahtera dan sebaliknya mengapa ada negara yang mundur lemah dan miskin?

Generasi kita saat ini selalu merujuk ke belahan Amerika Utara dan Eropa Barat jika mendiskusikan contoh negara yang terdepan dalam ekonomi, politik, militer, hingga teknologi. Sebaliknya, beberapa negara Afrika dan Asia menjadi contoh negara terbelakang dari sisi militer, ekonomi, politik hingga teknologi.

Saya ini melihat negara dari sudut pandang pemikiran intelektual klasik, Ibnu Khaldun, seorang sejarawan dan filsuf yang hidup di abad ke 15 M. Pandangannya tentang Circle of Justice mengusik hati saya untuk membacanya dengan perspektif negara modern saat ini.

Ibnu Khaldun menegaskan bahwa "Tidak ada pemerintahan tanpa militer; tak ada kekuatan militer tanpa kekayaan; tak ada kekayaan tanpa kesejahteraan; tidak pula tercapai kesejahteraan tanpa keadilan dan tata kelola pemerintahan yang baik."

Pernyataan ini adalah benar karena suatu negara tidak akan berdaya tanpa angkatan bersenjata yang kuat. Kita menyaksikan negara-negara superpower seperti Amerika Serikat, Rusia, Cina, Perancis dan Inggris adalah pemilik senjata nuklir dan kekuatan militer perkasa.

Negara digdaya dalam kekuatan militer tentunya memiliki sumber kekayaan berlimpah untuk membiayai pembuatan hingga pengembangan teknologi persenjataan modern.

Kekayaan bersumber dari pendapatan negara dari perdagangan, industri, sumber daya alam dan lain-lain. Tanpa APBN besar, tak mungkin suatu negara mampu membelanjakan kebutuhan militer yang tidak murah.

Kesejahteraan warga negara juga menjadi faktor penting karena perekonomian suatu negara ditopang oleh pembayaran pajak warganya, selain sumber daya alam dan seterusnya. Tak aneh, banyak negara-negara miskin yang memiliki kemampuan militer yang lemah karena tak sanggup memenuhi standa belanja militer negara maju. Bagaimana mau belanja senjata jika mayoritas rakyatnya miskin, kelaparan hingga minim infrastruktur fisik dan sosial.

Lalu bagaimana negara dapat berkembang menuju peradaban maju jika rezim berkuasa menerapkan tata kelola pemerintahan yang buruk dengan ketidakadilan merajalela?

Bagaimana negara maju kaya sejahtera jika suatu rezim menerapkan kebijakan yang koruptif, biadab dan culas?

Kita menyaksikan beberapa contoh negara dengan sumber daya alam berlimpah tetapi mayoritas warganya miskin dan infrastruktur publiknya buruk. Tak ada jaminan kekayaan alam berlimpah jika para pelaksana negara berlaku tidak adil dengan mementingkan diri sendiri dan golongannya. Rakyat hanya korban kamuflase dan pengelabuan janji-janji manis pada masa kampanye.

Teori Circle of Justice Ibnu Khaldun seharusnya menggugah kesadaran mereka (penguasa) agar mengedepankan keadilan dan tata kelola pemerintahan yang baik agar negara maju kuat sejahtera bukan hanya "mimpi" apalagi "angan-angan" tanpa niat mewujudkannya.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image