Pengaruh Media Sosial Terhadap Akhlak Remaja Dalam Kehidupan Sosial
Agama | 2026-05-20 14:20:19Di era modern sekarang, media sosial sudah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat, terutama remaja. Dalam kajian sosiologi, media sosial sangat memengaruhi cara manusia berinteraksi, berbicara, bahkan membentuk perilaku sosial. Menurut saya, media sosial bisa menjadi sarana dakwah yang baik jika digunakan dengan benar, tetapi juga dapat merusak akhlak dan hubungan sosial jika digunakan tanpa batas.
Karena itu, dakwah sangat penting hadir di media sosial untuk mengajak remaja menggunakan teknologi secara bijak. Dakwah tidak harus selalu di masjid, tetapi juga bisa melalui video pendek, tulisan motivasi Islami, atau konten yang mengajak kepada kebaikan dan sopan santun dalam berkomunikasi.Saat ini banyak remaja lebih aktif di dunia maya dibanding berinteraksi langsung dengan masyarakat sekitar. Ada yang mudah menghina orang lain di komentar, menyebarkan berita bohong, hingga menjadikan media sosial sebagai tempat pamer dan saling menjatuhkan. Hal ini menunjukkan adanya perubahan perilaku sosial dalam masyarakat.
Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Hujurat ayat 11:“Janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain, karena boleh jadi mereka lebih baik dari mereka.”Ayat ini mengajarkan agar manusia menjaga ucapan dan menghormati orang lain, termasuk saat berkomunikasi di media sosial.
Contohnya, banyak terjadi kasus perundungan (bullying) di media sosial yang membuat seseorang merasa malu dan minder. Namun di sisi lain, ada juga akun dakwah yang memberikan motivasi, mengajak salat, mengingatkan tentang adab, dan membantu orang menjadi lebih baik. Dari sini terlihat bahwa media sosial bisa membawa dampak positif maupun negatif tergantung bagaimana manusia menggunakannya.
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
