Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image nur lathifa

AI Membantu Mahasiswa Belajar, atau Justru Membuat Ketergantungan?

Edukasi | 2026-05-19 09:57:43
Ilustrasi penggunaan Artificial Intelligence (AI) dalam dunia pendidikan oleh pelajar.Sumber: Unsplash

Oleh: Nur Lathifa Ma'isyatul Mardliyah

Mahasiswa Universitas Airlangga

Perkembangan Artificial Intelligence (AI) semakin dekat dengan kehidupan siswa. Kehadiran AI seperti ChatGPT dan Gemini membuat banyak hal terasa lebih mudah, mulai dari mencari referensi hingga membantu memahami materi kuliah.

Bagi sebagian mahasiswa, AI dianggap sangat membantu karena mampu memberikan penjelasan secara cepat dan praktis. Di tengah aktivitas perkuliahan yang padat, teknologi ini sering digunakan untuk mencari ide, membuat rangkuman, atau memahami materi yang sulit dipahami.


Namun, penggunaan AI juga mulai menimbulkan kebiasaan baru di kalangan siswa. Tidak sedikit siswa yang terlalu bergantung pada AI untuk menyelesaikan tugas tanpa benar-benar memahami isi materi. Hal ini membuat sebagian mahasiswa mulai terbiasa mencari jawaban secara instan tanpa mencoba memahami materi terlebih dahulu.

Jika digunakan secara berlebihan, hal ini dapat mempengaruhi kemampuan berpikir kritis siswa. Mahasiswa menjadi lebih jarang mencari referensi sendiri atau mengembangkan ide secara mandiri. Padahal, tujuan belajar bukan hanya menyelesaikan tugas, tetapi juga melatih kemampuan berpikir dan memahami materi secara mandiri.

Meski begitu, AI bukanlah teknologi yang harus dihindari. AI tetap dapat menjadi alat bantu belajar yang bermanfaat jika digunakan dengan bijak. Teknologi ini seharusnya membantu siswa memahami materi, bukan menggantikan proses berpikir.

Pada akhirnya, siswa perlu mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi tanpa kehilangan kreativitas dan kemampuan analisis. Dengan penggunaan yang tepat, AI dapat menjadi solusi belajar di era digital, bukan sekadar jalan pintas dalam dunia pendidikan.

Dengan penggunaan yang tepat, AI dapat menjadi alat yang membantu proses belajar menjadi lebih efektif, tanpa menghilangkan esensi utama dari pendidikan itu sendiri.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image