Di Balik Jaket Hijau: Kisah Mahasiswa Driver Ojek Online
Pendidikan | 2026-05-19 17:04:08
Di era modern saat ini, banyak mahasiswa yang memilih bekerja sambil kuliah untuk membantu kebutuhan hidup dan biaya pendidikan. Salah satu pekerjaan yang cukup banyak diminati adalah menjadi driver ojek online karena jam kerjanya fleksibel dan bisa disesuaikan dengan jadwal kuliah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui alasan mahasiswa bekerja sebagai driver ojek online, tantangan yang mereka hadapi, serta pengaruh pekerjaan tersebut terhadap kehidupan mereka.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik wawancara dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor ekonomi menjadi alasan utama mahasiswa bekerja sebagai driver ojek online. Selain itu, pekerjaan ini juga membuat mahasiswa belajar mandiri, bertanggung jawab, dan lebih menghargai proses mencari uang. Namun, mahasiswa juga mengalami kendala seperti kelelahan, sulit membagi waktu, dan tekanan dalam menjalani kuliah sekaligus bekerja. Meski begitu, mereka tetap berusaha bertahan demi masa depan dan pendidikan yang lebih baik.
Kata Kunci:mahasiswa, ojek online, perjuangan, pendidikan, pekerjaan
Perkembangan teknologi saat ini membuat banyak pekerjaan menjadi lebih mudah diakses, salah satunya pekerjaan sebagai driver ojek online. Kehadiran layanan transportasi online tidak hanya membantu masyarakat dalam bepergian, tetapi juga membuka peluang kerja bagi banyak orang, termasuk mahasiswa. Saat ini cukup banyak mahasiswa yang menggunakan jaket hijau bukan hanya sebagai simbol pekerjaan, tetapi juga sebagai bentuk perjuangan mereka dalam bertahan hidup dan melanjutkan pendidikan.
Menjalani kuliah sambil bekerja tentu bukan hal yang mudah. Mahasiswa harus bisa membagi waktu antara tugas kuliah, organisasi, hingga mencari penghasilan. Banyak dari mereka memilih menjadi driver ojek online karena waktu kerjanya lebih fleksibel dibanding pekerjaan lain. Mereka bisa bekerja setelah pulang kuliah atau saat memiliki waktu luang.
Di balik pekerjaan tersebut, ada cerita tentang rasa lelah, perjuangan di jalan, hingga usaha untuk tetap bertahan walaupun kondisi ekonomi tidak selalu mendukung. Sebagian mahasiswa mengaku bekerja untuk membantu orang tua, membayar uang kuliah sendiri, atau sekadar memenuhi kebutuhan sehari-hari. Hal inilah yang membuat fenomena mahasiswa driver ojek online menarik untuk dibahas lebih dalam.
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui alasan mahasiswa memilih menjadi driver ojek online serta melihat bagaimana mereka menjalani kehidupan sebagai mahasiswa sekaligus pekerja.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif karena bertujuan memahami pengalaman mahasiswa driver ojek online secara langsung dan lebih mendalam. Penelitian dilakukan dengan teknik wawancara dan observasi.
Wawancara dilakukan kepada beberapa mahasiswa yang bekerja sebagai driver ojek online. Peneliti menanyakan alasan mereka bekerja, bagaimana cara membagi waktu antara kuliah dan pekerjaan, serta kendala yang sering mereka alami selama menjadi driver.
Salah satu mahasiswa mengatakan:
“Kadang capek banget, apalagi kalau habis kuliah langsung narik sampai malam. Tapi mau gimana lagi, kalau nggak kerja ya susah buat bayar kebutuhan sendiri.”
Mahasiswa lain juga mengungkapkan:
“Saya sebenarnya malu waktu awal jadi ojol, takut ketemu teman kampus. Tapi lama-lama saya sadar kalau ini pekerjaan halal dan buat bantu orang tua juga.”
Selain wawancara, peneliti juga melakukan observasi terhadap aktivitas mahasiswa driver ojek online di sekitar kampus dan tempat umum. Dari hasil pengamatan, sebagian mahasiswa terlihat tetap berusaha mengikuti perkuliahan dengan baik walaupun harus bekerja hingga malam hari.
Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara deskriptif untuk memahami kondisi dan pengalaman mahasiswa driver ojek online dalam kehidupan sehari-hari.
Hasil dan Pembahasan
Berdasarkan hasil penelitian, alasan utama mahasiswa bekerja sebagai driver ojek online adalah faktor ekonomi. Banyak mahasiswa merasa kebutuhan kuliah semakin besar, sedangkan kondisi keuangan keluarga terbatas. Penghasilan dari menjadi driver ojek online biasanya digunakan untuk membayar uang kuliah, membeli kebutuhan sehari-hari, dan biaya transportasi.
Selain karena faktor ekonomi, fleksibilitas waktu juga menjadi alasan mahasiswa memilih pekerjaan ini. Mereka dapat menentukan sendiri kapan harus bekerja tanpa terlalu mengganggu jadwal kuliah. Biasanya mahasiswa mulai bekerja setelah kelas selesai atau pada malam hari.
Namun, pekerjaan ini juga memiliki banyak tantangan. Sebagian mahasiswa mengaku sering merasa kelelahan karena harus membagi tenaga dan waktu. Ada yang tetap bekerja meskipun hujan atau kondisi tubuh sedang tidak fit demi mendapatkan penghasilan tambahan.
Salah satu narasumber mengatakan:
“Pernah waktu hujan deras saya tetap narik karena lagi butuh uang buat bayar tugas dan fotokopi. Sampai rumah badan rasanya udah capek banget.”
Selain kelelahan fisik, mahasiswa driver ojek online juga terkadang merasa kesulitan membagi fokus antara kuliah dan pekerjaan. Beberapa dari mereka pernah terlambat masuk kelas atau telat mengumpulkan tugas karena pulang bekerja terlalu malam.
Meski begitu, ada juga dampak positif yang dirasakan. Banyak mahasiswa merasa lebih mandiri dan lebih menghargai usaha orang tua setelah merasakan sendiri bagaimana mencari uang di jalan. Mereka juga belajar menghadapi berbagai karakter pelanggan dan situasi yang berbeda setiap harinya.
Fenomena ini menunjukkan bahwa di balik jaket hijau yang sering terlihat di jalan, terdapat perjuangan mahasiswa yang berusaha mempertahankan pendidikan sambil menghadapi kerasnya kehidupan.
Mahasiswa yang bekerja sebagai driver ojek online memiliki alasan utama untuk membantu kebutuhan ekonomi dan mempertahankan pendidikan mereka. Pekerjaan ini dipilih karena fleksibel dan dapat disesuaikan dengan jadwal kuliah. Meskipun harus menghadapi rasa lelah, pembagian waktu, dan berbagai risiko di jalan, mahasiswa tetap berusaha menjalani keduanya dengan baik. Selain memberikan penghasilan, pekerjaan ini juga mengajarkan mahasiswa tentang kemandirian, tanggung jawab, dan perjuangan hidup.
Mahasiswa yang bekerja sambil kuliah diharapkan dapat mengatur waktu dengan baik agar kesehatan dan pendidikan tetap terjaga. Pihak kampus juga diharapkan lebih memahami kondisi mahasiswa pekerja dan memberikan dukungan agar mereka tetap semangat menyelesaikan pendidikan. Selain itu, masyarakat juga sebaiknya lebih menghargai pekerjaan driver ojek online karena di balik pekerjaan tersebut ada perjuangan besar yang sedang dijalani.
Refrensi
Metode Penelitian Kualitatif
Moleong, L. J. (2018). Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Metodologi Penelitian Kualitatif
Sugiyono. (2019). Metodologi Penelitian Kualitatif . Bandung: Alfabeta.
Sosiologi Pendidikan
Ahmadi, A. (2017). Sosiologi Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta.
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
