Mengapa Semua Agama Sepakat dengan The Golden Rules?
Agama | 2026-05-18 16:07:26
Perlakukanlah orang lain sebagaimana kita ingin diperlakukan” itulah prinsip yang dikemukakan dalam alkitab sebelum abad ke-16 Masehi, prinsip ini belum ada walaupun sudah dicari di alkitab hingga pada abad ke-16-17 Masehi barulah tim penerjemah alkitab mulai mecantumkannya. Apa yang kita sebut sebagai Aturan Emas bisa ditemukan di Injil Matius 7:12: “Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.” Yesus mengetahui hati manusia dan keegoisannya. Bahkan, di ayat sebelumnya, Dia menggambarkan manusia sebagai “yang jahat” (ay.11). dari kutipan di atas dapat diketahui bahwa manusia pada dasarnya memiliki keinginan untuk diperlakukan dengan baik dan adil.
Lalu bagaimana agama lain menanggapi the golden rules ini?
Hampir seluruh agama di dunia ini sepakat dengan pernyataan the golden rules ini, contohnya dalam islam tertuang dalam hadis nabi Saw yang berbunyi : “tidak sempurna iman seseorang sampai ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri”, sedangkan dalam agama hindu Tercantum dalam kitab Mahabharata yang menegaskan seseorang tidak boleh melakukan sesuatu kepada orang lain jika itu melukai diri sendiri. Dan agama buddha pun Diajarkan dalam Udanavarga bahwa seseorang tidak boleh melukai orang lain dengan cara yang membuat dirinya sendiri merasa terluka.
Apa tujuan yang ingin dicapai dari the golden rules ini?The golden rules ini memiliki beberapa tujuan utama yaitu Membangun kedamaian dan keharmonisanMeskipun dogma beberapa agama berbeda prinsip ini sama untuk menekankan kejujuran dan kasih sayang antar manusia pada hakikatnyaMengatasi keegoisan manusiaMeskipun the golden rule memiliki nilai baiknya, ternyata prinsip ini juga memiliki sisi buruknya, sastrawan terkenal yang bernama George Bernard dalam kutipannya yang terkenal terkait prinsip ini, berkata : “Jangan lakukan kepada orang lain apa yang Anda ingin mereka lakukan kepada Anda.
Selera mereka mungkin berbeda." Dan juga apabila para penegak hukum mencontohkan prinsip the golden rules ini, jika ada seorang pencuri yang Tengah disidang, kalua memakai prinsip the golden rules pastinya mereka berfikir “jika saya jadi pencuri maka saya ingin dibebaskan” hal ini bertentangan dengan masalah hukum. Oleh karena itu meskipun the golden rules mengajarkan nilai moral yang baik dan menjadi prinsip yang disepakati banyak agama, penerapannya tetap perlu disertai kebijaksanaan dan pemahaman terhadap kondisi orang lain, karena manusia memiliki kebutuhan, sudut pandang, dan keinginan yang berbeda. Akhirnya filsuf modern menciptakan gagasan baru yaitu “the platinum rules (Perlakukan orang lain sebagaimana mereka ingin diperlakukan)” dengan demikian hubungan antarmanusia dapat menjadi indah dari biasanya.
“
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
