Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Aprianus Gregorian Bahtera

Kapur Habis Harga Murah

Sastra | 2026-05-17 06:42:50

Pagi gelap menunggu honor

Langkah letih menuju sekolah

Senyum dipaksakan tampak utuh

Perut kosong menyimpan sabar

Tumpukan tugas mencuri tidur

Suara murid tetap dipeluk

Tenaga habis dianggap biasa

Pengabdian murah dipuji pidato

Rapat panjang tanpa kepastian

Janji pejabat tinggal baliho

Nama guru dipakai Kampanye

Nasibnya tenggelam setelah pemilu

Hujan deras pulang berjalan

Sepatu robek tetap dipakai

Mereka menetapkan masa depan

Namun hidupnya terus diremehkan

Pesannya : Guru honorer telah memberikan waktu

Tenaga dan kesabaran demi masa depan anak-anak, tetapi kehidupan mereka sering tidak dihargai dengan layak. Jangan hanya memuji pengabdian guru, tetapi juga peduli pada kesejahteraan hidup mereka

Pendidikan akan sulit maju jika orang yang mendidik terus hidup dalam

perjuangan dan ketakutan.

Oleh Aprianus Gregorian Bahtera

Kota Karang, Sabtu 16 Mei 2026



Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image