Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Wani Maler

Kaisar China yang Dikubur Bersama Ribuan Prajurit Tanah Liat

Sejarah | 2026-05-10 23:32:20

Oleh S. Wani Maler
Dosen Prodi Arkeologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas

Pasukan terakota di Mausoleum Qin Shi Huang dibuat untuk menjaga kaisar pertama China setelah kematiannya pada abad ke-3 SM.(Sumber. Marc Auzet)

Ketika para petani di Shaanxi menemukan pecahan patung tanah liat pada tahun 1974, mereka tidak menyangka sedang membuka salah satu kompleks makam terbesar dalam sejarah dunia. Situs itu kemudian diketahui sebagai mausoleum Qin Shi Huang, kaisar pertama yang berhasil menyatukan wilayah China pada abad ke-3 SM.

Di dalam kawasan seluas lebih dari 56 kilometer persegi ini arkeolog menemukan hampir 200 pit pemakaman yang berisi ribuan prajurit terakota berukuran manusia. Selain itu juga ditemukan patung kuda, kereta perang, senjata perunggu, serta struktur arsitektur yang dirancang menyerupai tata kota ibu kota kekaisaran Qin.

Terakota kereta perang (Sumber. Ko Hon Chiu Vincent)

Menurut catatan sejarawan Sima Qian, pembangunan makam dimulai sejak Qin Shi Huang naik takhta pada usia muda dan melibatkan pekerja dari berbagai wilayah kekaisaran hingga kematiannya pada tahun 210 SM. Kompleks ini bukan sekadar tempat pemakaman tetapi representasi politik dan kosmologi kekuasaan. Pasukan tanah liat yang menghadap keluar dari makam menunjukkan bahwa bahkan setelah mati sang kaisar tetap ingin melindungi kekaisarannya dari ancaman luar (Qian, 2009).

Menariknya, tidak ada satu pun patung prajurit yang benar-benar identik karena detail wajah, rambut, pakaian, hingga posisi tubuh dibuat berbeda. Hal ini menjadikan mereka bukan produksi massal sederhana tetapi karya realistis dengan nilai artistik dan dokumentasi militer yang sangat tinggi.

Temuan senjata seperti tombak, pedang, panah, dan kereta perang juga memberi gambaran rinci tentang organisasi militer Dinasti Qin pada masa negara-negara berperang hingga lahirnya kekaisaran pertama China (Kesner, 1995).

UNESCO menyebut kompleks ini sebagai salah satu situs pemakaman terbesar dan paling monumental dalam sejarah China. Karena tata ruangnya meniru ibu kota Xianyang termasuk dinding, istana, dan sistem perlindungan simbolis yang mencerminkan gagasan tentang negara terpusat yang ingin dikendalikan bahkan setelah kematian.

Hingga hari ini bagian utama makam Qin Shi Huang sendiri masih belum dibuka sepenuhnya. Dikarenakan banyak arkeolog percaya bahwa ribuan artefak dan struktur lain kemungkinan masih tersembunyi di bawah tanah Mausoleum of the First Qin Emperor.


Referensi

Kesner, L. (1995). Likeness of No One:(re) presenting the First Emperor's army. The Art Bulletin, 77(1), 115-132.

Qian, S. (2009). The First Emperor: Selections from the historical records. Oxford University Press.

UNESCO – Mausoleum of the First Qin Emperor

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Terpopuler di

 

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image