Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Raissa Alysia Rahman

Plot Twist! Perundingan antara AS-Iran Gagal dan Malah Bikin Harga Emas Turun Tipis

Politik | 2026-05-05 14:16:00

Harga emas dunia kembali bergerak melemah tipis di tengah memanasnya situasi geopolitik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Kondisi ini cukup mengejutkan pasar karena biasanya konflik internasional justru membuat harga emas melonjak sebagai aset safe haven. Namun kali ini terjadi “plot twist” yang membuat investor bertanya-tanya: kenapa emas malah turun?

This Image by AI ChatGpt

Kegagalan perundingan antara AS dan Iran memicu kekhawatiran baru terhadap kenaikan inflasi global, terutama karena potensi lonjakan harga minyak dunia. Ketika pasar mulai khawatir inflasi akan semakin sulit dikendalikan, investor langsung mengubah ekspektasi terhadap kebijakan suku bunga bank sentral AS atau Federal Reserve (The Fed).

Alih-alih membeli emas, banyak pelaku pasar justru memburu dolar AS. Penguatan dolar inilah yang menjadi salah satu penyebab utama harga emas terkoreksi. Sebab, emas diperdagangkan menggunakan dolar AS sehingga ketika mata uang tersebut menguat, harga emas menjadi lebih mahal bagi investor global dan permintaannya menurun.

Selain itu, pasar juga melihat kemungkinan The Fed akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama demi menahan inflasi. Kondisi tersebut membuat instrumen berbunga seperti obligasi menjadi lebih menarik dibanding emas yang tidak memberikan imbal hasil. Akibatnya, arus dana investor mulai berpindah dari logam mulia ke aset lain yang dianggap lebih menguntungkan dalam situasi suku bunga tinggi.

Fenomena ini menunjukkan bahwa hubungan antara konflik geopolitik dan harga emas tidak selalu berjalan lurus. Dalam beberapa kasus, ketidakpastian justru membuat investor lebih fokus pada kekuatan dolar, arah suku bunga, dan potensi perlambatan ekonomi global dibanding sekadar mencari aset aman.

Di sisi lain, sebagian analis menilai penurunan emas saat ini masih tergolong wajar karena pasar sedang mengalami aksi ambil untung atau profit taking setelah sebelumnya harga emas sempat melonjak tajam. Investor besar cenderung menjual sebagian kepemilikan emas untuk mengamankan keuntungan dan menjaga likuiditas portofolio mereka.

Diskusi investor di media sosial juga memperlihatkan pandangan serupa. Banyak yang menilai koreksi emas saat ini lebih disebabkan oleh kebutuhan likuiditas pasar dibanding hilangnya kepercayaan terhadap emas sebagai aset aman.

Meski turun tipis, para analis masih memandang emas memiliki prospek jangka panjang yang cukup kuat, terutama jika tensi geopolitik terus meningkat atau ekonomi global kembali melambat. Namun untuk jangka pendek, arah harga emas masih akan sangat dipengaruhi oleh pergerakan dolar AS, kebijakan suku bunga The Fed, dan perkembangan hubungan diplomatik antara AS dan Iran.

Sumber referensi:

Sumber: Bloomberg Technoz https://share.google/Gf3AZRAyVsbc8b0V5

Sumber: Kompas.com https://share.google/4CVOwbNEtzTh3lfro

https://share.google/QS51rj6ovgBz9d73Y

Penulis: Raissa Alysia Rahman (251011201201) Tesiana Angelina Isa (251011200667) Mahasiswa/i S1 Akuntansi, Universitas Pamulang

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image