Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Nesya Sihami

Enak dan Praktis Tapi Enggak Aman? Ini Fakta Tentang UPF

Eduaksi | 2026-05-03 13:01:09
https://pin.it/3w4K3e2MV)" />
Kesehatan. Sumber ilustrasi: Pinterest (https://pin.it/3w4K3e2MV)

Saat ini, makanan instan atau ultra-processed food semakin diminati oleh masyarakat dari berbagai kalangan. Namun, tanpa di sadari konsumsi UPF secara berlebihan dapat berdampak buruk bagi kesehatan. Hal ini disampaikan oleh Risna, seorang ahli gizi dalam wawancara yang dilakukan pada Rabu (29/4).

Menurut narasumber, Ultra-processed food adalah makanan olahan industri yang melalui serangkaian proses pengolahan dan mengandung zat tambahan seperti pengawet, pewarna, pemanis buatan, penambahan rasa dengan kandungan gizi yang rendah dan mengandung sedikit atau bahkan tidak ada bahan makanan aslinya.

Narasumber menjelaskan bahwa konsumsi UPF secara terus menerus dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit seperti hipertensi, diabetes, dan obesitas bahkan hingga penyakit jantung.

Menurut Narasumber masyarakat banyak tertarik dengan makanan UPF karena dianggap lebih praktis dan mudah di dapatkan, serta memiliki penampilan yang menarik dari segi kemasan, warna, dan rasa. Selain itu, mekanan kemasan sering dianggap lebih higienis karena diproduksi oleh industri. Serta anak-anak lebih tertarik pada makanan dan minuman yang menarik tampilannya.

Untuk menjaga pola makan sehat di tengah maraknya UPF, masyarakat dapat mulai mengolah makanan sendiri dirumah dan berinovasi dalam makanan, seperti membuat camilan sehat yang lebih aman dan terjamin gizinya dibandingkan produk kemasan.

Di akhir wawancara, Narasumber menegaskan bahwa kunci utama untuk terhindar dari dampak negatif mengonsumsi ultra-processed food (UPF) adalah kesadaran dari diri masing-masing individu. Ia menyampaikan bahwa masyarakat sebenarnya masih boleh mengonsumsi UPF, namun harus dibatasi dan tidak dilakukan secara berlebihan.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image