Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Lulu Nugroho

Perlu Dua Tulang Punggung

Info Terkini | 2026-05-03 10:45:25

Cooler bag berisi kantung-kantung susu berhamburan di gerbong yang ringsek. Para ibu menjadi korban terbanyak pada kecelakaan kereta di Bekasi Timur pekan lalu. Mengapa para ibu berjibaku di luar rumah? Apakah mereka tega meninggalkan bayinya di rumah? Tidak bisakah mereka pulang lebih awal, sehingga tak perlu berlarut malam di jalan?

Sayangnya sistem hidup hari ini tidak dirancang untuk keluarga. Maka wajar jika ayah dan ibu berhamburan mencari nafkah di setiap paginya, dan kembali ke rumah, setelah matahari terbenam dan langit menggelap.

Bukan tanpa alasan mereka melakukan hal ini. Mereka bahkan tak punya pilihan. Inilah problem besar yang menggelayuti kehidupan umat dan harus dipecahkan. Jika tidak, maka seluruh peran dalam keluarga akan bercampur, bertukar atau tumpang tindih.

Banyak perempuan bekerja bukan karena keinginannya, tetapi karena uang yang didapatnya untuk membantu suami menutupi kebutuhan operasional keluarga. Bukan untuk gaya hidup mewah, tetapi cukup untuk membayar hunian yang layak, menyekolahkan anak, berobat dan membeli segala kebutuhan pokok lainnya.

Bahkan tak jarang perempuan menjadi generasi sandwich, menghidupi dirinya, juga ayah dan bundanya.

World Bank dalam economics prospect Desember 2025 mencatat bahwa upah riil pertahun turun 1,1% . Upah riil adalah penghitungan upah yang disesuaikan dengan kebutuhan hidup, atau seberapa jauh gaji bisa digunakan untuk membeli sesuatu.

Pasalnya, kenaikan gaji selalu diikuti kenaikan harga: biaya sekolah, kesehatan, sembako, transportasi, rumah dan sebagainya. Maka daya beli masyarakat pun terus mengalami penurunan. Alhasil pendapatan pekerja tak cukup mengikuti biaya hidup.

Hal ini menjadi pertanyaan besar, dari mana sebenarnya biaya tersebut diperoleh, untuk pendidikan, tempat tinggal, kesehatan, makan, minum, pakaian, mengurus orang tua serta membayar tagihan listrik, air, gas dan masih banyak lagi. Jika semua dibebankan pada keluarga, maka wajar jika sepasang suami istri ini akhirnya berusaha keras, mengais rezeki.

Dalam sekularisme, kewajiban negara ini berpindah ke pasar. Para kapital mengambil alih harta kepemilikan umum (milkiyah ammah) menjadi obyek dagang. Kapital memperoleh banyak cuan, sebab mereka mengendalikan pos-pos vital yang menguasai hajat hidup orang banyak.

Dalam Islam, negara harus hadir memenuhi hak seluruh warganya. Jaminan kesejahteraan setiap individu merupakan tanggung jawab negara di hadapan Ilahi Rabbi. Maka kebutuhan dasar tersebut bukan lagi barang mewah bagi setiap orang. Semua dipastikan memperolehnya. Bahkan kesempatan mendapatkan pemenuhan kebutuhan sekunder dan tersier pun, diperbolehkan.

Saat ini biaya pendidikan di Indonesia terus meningkat, sebesar 10-15% per tahun. Meskipun pemerintah mengalokasikan 20% APBN (Rp769,09 triliun pada 2026). Biaya kesehatan pun mengalami peningkatan signifikan akibat inflasi medis yang mencapai 13,6% hingga 19%, didorong oleh kenaikan harga obat, alat kesehatan, serta teknologi medis.

Begitu pula biaya hunian di Indonesia dilaporkan terus naik pada 2026, didorong oleh keterbatasan lahan, permintaan tinggi, serta kenaikan biaya material. Rata-rata kenaikan harga rumah mencapai 10-15% per tahun, sementara sewa rumah kontrakan naik sekitar Rp100.000 - Rp150.000 per tahun, melebihi pertumbuhan pendapatan pekerja muda

Sejatinya negara menyediakan kebutuhan asasiyah warganya. Saat seluruh beban ini dialihkan ke pasar, menjadi mahal dan sulit terjangkau, maka sampailah ke pundak para kepala keluarga dan ibu.

Maka tak heran kita saksikan ayah dan ibu bertaruh nyawa setiap harinya, sampai-sampai seolah mengesampingkan buah hatinya.

Negara harus hadir, mengambil alih tanggung jawab dan memastikan kesejahteraan rakyat. Hal ini merupakan amanah kepemimpinan dari Allah ta'ala yang kelak akan diminta pertanggungjawabannya.

Saat negara menerapkan aturan Allah secara menyeluruh maka dipastikan setiap peran kembali kepada fitrahnya masing-masing, ayah sebagai qawwam, ibu sebagai ummu wa rabbatul baiyt. Satu tulang punggung dalam keluarga yaitu ayah, sedangkan ibu tetap menjadi tulang rusuknya. Wallahu a'lam bishshawab.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image