Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Farhan Muhammad

Dari Ruang Perdebatan ke Ruang Hidup: Pancasila dalam Narasi Kemanusiaan Indonesia

Pendidikan | 2026-04-29 15:57:52

Dr. Catur Galuh Ratnagung S.H.,M.H,M.Pd.

Muhammad Farhan

Artikel ini mengeksplorasi Pancasila sebagai perjalanan ide dari ruang diskusi elite pendiri bangsa menuju ruang hidup sehari-hari masyarakat. Fokusnya adalah pada bagaimana prinsip-prinsip abstrak itu diujikan, diperjuangkan, dan kadang dikhianati dalam praktek kemanusiaan Indonesia.
Pancasila sebagai Etika Sosial: Ia menawarkan kerangka etik untuk mengelola hubungan antar manusia yang majemuk. Sila Kemanusiaan yang adil dan beradab, misalnya, adalah sebuah cita-cita moral untuk merespons perbedaan dan mencegah dehumanisasi.Antara Cita dan Realita: Dialektika dalam Sejarah: Narasi artikel akan mengungkap ketegangan antara idealismenya dengan realita sejarah seperti pergolakan politik, kekerasan, dan ketimpangan. Justru dalam dialektika inilah relevansinya terus dipertanyakan dan diperbarui.

Membumikan Narasi: Pancasila menemukan kekuatannya yang sejati bukan dalam upacara seremonial, tetapi ketika ia menjadi bahasa bersama untuk memperjuangkan keadilan, membela martabat kelompok rentan, dan membangun solidaritas dalam kehidupan konkret masyarakat. Ia adalah kompas humanis yang terus membutuhkan penunjuk arah dari perbuatan nyata.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image