Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Iman Abu Ashfi

Seorang Pengusaha Maroko Menjadi Korban Penipuan dan Pemerasan di Jakarta

Kisah | 2026-04-29 14:17:05

Pertengahan Februari lalu, media-media Maroko memberitakan sebuah peristiwa yang memperihatinkan kita semua. Seorang warganya mengalami penipuan dan pemerasan. Tragisnya, peristiwa tersebut terjadi di negara kita, Indonesia. Dilakukan secara terencana dan terorganisir oleh seorang wanita yang konon kabarnya memang menikah (siri) dengan pria asal Maroko.

Korbanya tidak tanggung-tanggung, seorang pengusaha muda yang cukup dikenal dalam usaha bisnis kayu gaharu di negeri seribu benteng ini. Beberapa media seperti; https://bayanealyaoume.press., https://www.mamlakapress.com, https://sabahagadir.ma dan https://sefroupress.com/ menurunkan berita yang mengisahkan peristiwa tersebut masing-masing pada edisi 19 dan 20 Februari 2026.

Berikut berita selengkapnya yang dilansir oleh salah satu media di atas.

Foto menampilkan pemberitaan dari media bayanealyaoume.press. /sumber foto https://bayanealyaoume.press

Seorang pengusaha asal Maroko mengalami penipuan dan pemerasan saat berada di ibu kota Indonesia, Jakarta, setelah ia dipancing oleh seorang wanita yang memperkenalkan dirinya sebagai “Maria”, dan mengklaim memiliki proyek investasi menjanjikan di Asia Tenggara.

Menurut informasi yang beredar, tersangka membangun hubungan komunikasi yang panjang dengan korban selama beberapa minggu, di mana ia berusaha tampil sebagai pebisnis wanita dengan pengaruh luas dan jaringan kuat di bidang investasi, sebelum akhirnya meyakinkannya untuk datang langsung ke Jakarta guna menyelesaikan “prosedur akhir” dari sebuah kesepakatan besar.

Setibanya di sana, pertemuan yang digelar di sebuah vila mewah berubah menjadi jebakan yang tersusun rapi, karena ia mendapati dirinya berhadapan dengan sekelompok orang yang diduga merupakan bagian dari jaringan mafia internasional yang mengincar dan memancing investor asing melalui tawaran bisnis palsu.

Sumber menyebutkan bahwa pengusaha tersebut mengalami tekanan dan ancaman langsung untuk memaksanya mentransfer sejumlah besar uang yang mencapai jutaan dolar, sebelum akhirnya ia berhasil meninggalkan tempat tersebut dan meminta perlindungan kepada otoritas setempat untuk melaporkan kejadian tersebut.

Setelah itu, aparat keamanan Indonesia membuka penyelidikan luas, termasuk meninjau rekaman kamera CCTV dan melacak kemungkinan transaksi keuangan, dalam upaya mengidentifikasi para pelaku dan mengungkap jaringan kriminal tersebut.

Penyelidikan masih berlangsung, di tengah dugaan bahwa jaringan tersebut mungkin telah menargetkan investor asing lainnya dengan metode serupa.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Berita Terkait

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image