Day Care Edukatif dan Terintegrasi
Info Terkini | 2026-04-27 15:56:46
Day Care An-Nahl PG PAUD yang berlokasi di Jl. Ki Ageng Pemanahan No. 19, Sorosutan, Yogyakarta, tepatnya di Kampus V Universitas Ahmad Dahlan (UAD), hadir sebagai inovasi layanan pendidikan anak usia dini. Day care ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat penitipan anak, tetapi juga sebagai “laboratorium hidup” bagi Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG-PAUD).
Kepala Laboratorium PG-PAUD UAD, Ega Asnatasia Maharani, M.Psi., Ph.D., Psikolog, menjelaskan bahwa An-Nahl dibangun untuk menjawab kebutuhan internal sekaligus mendukung pembelajaran mahasiswa. “An-Nahl pada awalnya dibangun sebagai bentuk layanan dari laboratorium PG-PAUD. Kami melihat adanya kebutuhan untuk memiliki laboratorium hidup yang juga sejalan dengan kebutuhan dosen dan tenaga kependidikan,” ujarnya.
Keunikan Day Care An-Nahl terletak pada pengelolaan yang berada di bawah supervisi langsung PG-PAUD UAD. Seluruh pengasuh merupakan lulusan PG-PAUD yang telah melalui proses seleksi ketat, dan sistem pembelajarannya disesuaikan dengan kurikulum akademik. Selain itu, An-Nahl juga menjalin kolaborasi dengan berbagai fakultas di UAD untuk memperkaya pengalaman belajar anak dan mahasiswa.
Dalam pelaksanaannya, Day Care An-Nahl memiliki sejumlah program unggulan yang berfokus pada tumbuh kembang anak. Salah satunya adalah pemeriksaan rutin perkembangan anak. “Kami secara berkala melakukan cek tumbuh kembang. Jika ditemukan adanya keterlambatan, kami akan langsung berkomunikasi dengan orang tua,” jelas Ega. Selain itu, tersedia pula layanan konseling bagi orang tua serta berbagai program yang melibatkan peran aktif keluarga.
Menurut Ega, keterlibatan orang tua menjadi salah satu prinsip utama dalam layanan An-Nahl. “Kami tidak hanya melihat orang tua sebagai pengguna layanan, tetapi juga sebagai mitra. Ada buku penghubung dan komunikasi harian agar orang tua mengetahui aktivitas anak,” tambahnya.
Dari segi fasilitas, Day Care An-Nahl menawarkan lingkungan yang aman dan nyaman karena berada di area kampus. Berbagai sarana stimulasi disediakan, mulai dari alat permainan edukatif hingga ruang khusus untuk bayi dan toddler yang disesuaikan dengan kebutuhan perkembangan masing-masing usia. Rasio pengasuh dan anak juga dijaga secara ketat, bahkan kapasitas dibatasi maksimal 13 anak demi kenyamanan.
Selain itu, desain ruang Day Care An-Nahl menggunakan konsep ruang kaca terbuka, sehingga aktivitas anak dapat terlihat langsung dari luar. Hal ini memberikan rasa aman dan transparansi bagi orang tua, karena mereka dapat memantau kegiatan anak tanpa hambatan. Dengan konsep ini, kekhawatiran orang tua terhadap keamanan dan kenyamanan anak dapat diminimalkan.
Selain fasilitas fisik, layanan yang diberikan mencakup kebutuhan harian anak, seperti makan, tidur, hingga aktivitas bermain dan belajar. Orang tua juga diberikan kemudahan dengan adanya ruang tunggu, sehingga dapat menyelesaikan aktivitas terlebih dahulu sebelum menjemput anak.
Day Care An-Nahl menerapkan kurikulum berbasis stimulasi tumbuh kembang yang diperbarui secara berkala. Kegiatan anak dirancang secara tematik harian, bulanan, hingga semesteran, termasuk kegiatan luar ruangan seperti field trip. Nilai-nilai Al-Islam Kemuhammadiyahan (AIK) juga menjadi bagian penting dalam pembelajaran. “Sejak dini anak-anak diajarkan berdoa, belajar wudhu, hingga dikenalkan pada nilai-nilai keislaman melalui kegiatan sederhana,” jelas Ega.
Seiring meningkatnya kebutuhan, Day Care An-Nahl juga tengah mempersiapkan pengembangan unit kedua. “Kami melihat kebutuhan semakin besar dan waiting list terus bertambah. Ke depan, kami ingin menghadirkan unit kedua dengan program yang lebih luas, termasuk persiapan masuk sekolah dasar,” ungkap Ega.
Meskipun menghadapi tantangan dalam menyesuaikan jadwal dengan kalender akademik kampus, pihak pengelola tetap berkomitmen memberikan layanan terbaik. Ega juga menegaskan bahwa Day Care An-Nahl tidak berorientasi pada keuntungan, melainkan pada pemenuhan kebutuhan anak.
Ega menambahkan, “Daycare bukan sekadar tempat menitipkan anak, tetapi ruang penting untuk stimulasi tumbuh kembang pada usia emas. Orang tua tetap harus terlibat, tetapi tidak perlu ragu karena layanan daycare saat ini sudah banyak yang mengedepankan kualitas dan kesejahteraan anak,” pungkasnya.
Dengan konsep integratif antara pendidikan, pengasuhan, dan nilai keislaman, Day Care An-Nahl UAD menjadi salah satu contoh layanan pendidikan anak usia dini yang adaptif, kolaboratif, dan berorientasi pada perkembangan optimal anak. (Mawar)
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
