Perkenalanku dengan Tarbiyah
Sinau | 2026-04-19 00:02:02
Perkenalanku Dengan Tarbiyah
Saya adalah satu dari sekian banyak orang yang bergabung dalam tarbiyah. Perkenalan dengan tarbiyah dimulai ketika pindah ke Kota Depok dari sebuah desa diperbatasan sisi utara antara Banyumas dan Bumiayu Jawa Tengah. Krajan Kecamatan Pekuncen. Tahun 1997 saya hijrah dan tinggal di Kampung Baru Kelurahan Pancoran Mas Depok. Bermula dari keikutsertaan pada Keluarga Besar Remaja Islam Masjid Al Furqon, ketertarikan kepada tarbiyah mulai tumbuh.
Ada beberapa hal yang saya amati, ketika melihat aktifitas anak-anak remaja masjid yang terpola dengan kesatuan pemahaman. Semangat mereka untuk senantiasa sholat berjamaah dimasjid, upaya kesungguhan mereka untuk menghafal ayat-ayat Al Qur’an, ditambah keterlibatan mereka dalam pengajian yang rutin dilaksanakan setiap pekan.
Inilah penyebab keingintahuan dan rasa penasaran. Dari diskusi dengan teman-teman remaja tersebut, akhirnya rasa penasaran ini terjawab sudah. Betul bahwa mereka bergerak dan digerakkan oleh sebuah organisasi atau jamaah. Nama jamaah yang kemudian saya kenal adalah Tarbiyah. Syukur alhamdulillah, atas karunia Allah Swt yang memperkenalkan dan mempertemukan saya dengan orang-orang tarbiyah.
Terimakasih kepada Akh Krisna, Akh Rahmat, Akh Heri, dan akh-akh lain, yang memperkenalkan dengan seorang ustadz yang tawadhu, Ustadz Slamet Riyadi (Rahimakumullah..). Beliaulah murabbi pertama yang memberikan kesan begitu mendalam terhadap tarbiyah. Hingga sampai saat ini.
Saya ingat betul, dipagi sebelum sholat shubuh menyusuri rel kereta api Stasiun Depok Lama untuk menghadiri majelis halaqoh yang beliau ampu. Sampai waktu memisahkan karena di mutasi ke murabbi berikutnya. Jazakallah khairan jaza Ustadz Slamet. Semoga Allah Swt senantiasa merahmati, memberkahi dan melindungi beliau.
Perjalanan tarbiyah yang saya ikuti hingga saat ini, tentunya ada pengaruh dalam kehidupan. Mempengaruhi cara berfikir dan cara bertindak. Ketika mempelajari dan mendapatkan pelajaran lewat madah atau materi-materi tarbiyah, saya mendapatkan panduan yang baik bagaimana memahami dan beramal dalam lingkup Islam. Termasuk didalamnya kaidah-kaidah yang ada dalam usul ‘isyrin (dua pulu perinsip) dengan tidak abai juga terhadap kaidah-kaidah yang lain dalam bab fikih.
Muashofat kader dakwah juga tak kalah baiknya membingkai sifat seorang muslim. Bahwa syalimul aqidah, shohihul ibadah, matinul khuluq beserta muashofat yang lain, senantiasa membingkai perilaku diri dari sisi aqidah, ibadah, akhlak, dan muamalah. Ditambah materi tarbiyah yang didapatkan sangat membantu menuju kepribadian seorang muslim dan kepribadian seorang dai. Masya Allah
Maka, “Menumbuhkan Semangat Tarbiyah”, sesungguhnya setitik ikhtiar untuk menyuarakan atau menyampaikan perihal perasaan yang saya alami. Ada pengalaman pribadi, inspirasi dari buku, inspirasi teman, hikmah kejadian serta yang lainnya.
Menumbuhkan Semangat Tarbiyah sesungguhnya semangat untuk senantiasa dalam kebaikan dan jalan Ilahi. Sebagaimana kita ucapkan dalam berdoa minimal tujuh belas kali dalam sehari semalam, memohon ditunjukan kejalan yang lurus oleh Allah Swt ketika sholat. Ihdinash shiroothol mustaqiim.
Menumbuhkan Semangat Tarbiyah merupakan kesungguhan dan harapan, semoga kita senantiasa tetap berada dalam barisan dan gerbong dakwah ini. Sejauh apapun jalan ini membentang. Yang kita yakini jalan ini adalah jalan para Nabi dan syuhada. Yang kesemuanya berharap bisa diambil pelajaran oleh saya pribadi dan mungkin oleh saudara-saudara yang lain. Yang dikenal maupun yang belum dikenal. Ya Allah kuatkan ikatan ini
Tulisan-tulisan yang sifatnya lepas dalam buku “Menumbuhkan Semangat Tarbiyah” ini, berawal dari postingan-postingan yang saya kirim di sebuah whatsapp group (WAG) kader dakwah dan kader kultural di Cipayung Kota Depok. Beberapa teman mengapresiasi dan menyarankan untuk dibuat sebuah buku. Maka jadilah buku Menumbuhkan Semangat tarbiyah yang ada dihadapan pembaca yang baik hati.
Semoga catatan-catatan tentang tarbiyah ini bisa bermanfaat buat kita semua. Apabila ada suatu kebaikan didalamnya itu datangnya dari Allah Swt, dan apabila ada kekurangan disana sini, itu berasal dari diri saya sendiri. Dan saya memohon maaf atas semua itu, kepada Engkau Ya Allah Yang Maha Pengampun lagi Maha Peyayang Semoga ikhtiar kecil ini menjadi amal jariyah. Amiin
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
