Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Oki Cahyo Saputro

Mengapa Es Bisa Mengapung di Air

Edukasi | 2026-04-10 14:20:06

Fenomena es yang mengapung di atas air sering dianggap hal biasa, padahal di baliknya terdapat prinsip ilmiah yang sangat penting bagi kehidupan di bumi. Berbeda dengan kebanyakan zat lain, air memiliki sifat unik yang membuatnya berperilaku tidak biasa saat berubah wujud.

Pada umumnya, zat padat memiliki massa jenis yang lebih tinggi dibandingkan cairannya, sehingga akan tenggelam. Namun, air justru sebaliknya. Ketika air membeku menjadi es, molekul-molekulnya membentuk struktur kristal yang lebih renggang dibandingkan saat masih dalam bentuk cair.

Akibatnya, volume es menjadi lebih besar meskipun massanya tetap, sehingga kepadatan atau massa jenisnya lebih rendah daripada air cair. Karena benda dengan massa jenis lebih rendah akan mengapung, es pun berada di permukaan air.

Fenomena ini memiliki dampak besar terhadap ekosistem. Di daerah dingin, ketika suhu turun drastis, lapisan es akan terbentuk di permukaan danau atau laut. Lapisan ini justru berfungsi sebagai isolator alami yang menjaga air di bawahnya tetap dalam kondisi cair.

Jika es tenggelam, maka air akan membeku dari bawah ke atas, yang dapat mengakibatkan seluruh badan air membeku dan membahayakan kehidupan organisme di dalamnya. Dengan adanya sifat unik ini, kehidupan di perairan tetap dapat berlangsung meskipun suhu lingkungan sangat rendah.

Selain itu, sifat air ini juga memengaruhi berbagai fenomena alam lainnya, termasuk siklus air dan perubahan iklim. Hal sederhana seperti es yang mengapung ternyata memiliki peran besar dalam menjaga keseimbangan alam.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image