Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Zahratun Nissa

Ekonomi Halal Global Melejit: Nilainya Tembus US7,3 Triliun dan Diprediksi Terus Melonjak

Ekonomi Syariah | 2026-03-15 23:15:04

Industri halal global sedang mengalami pertumbuhan pesat dan menjadi salah satu sektor ekonomi paling dinamis di dunia. Laporan terbaru State of the Global Islamic Economy Report 2024/2025 menunjukkan bahwa nilai total ekonomi halal global telah mencapai sekitar US$7,3 triliun pada 2023, mencakup konsumsi produk halal serta aset keuangan syariah.

Edisi ke-11 Laporan Kondisi Ekonomi Islam Global (SGIE) 2024/25—yang disusun oleh DinarStandard, sebuah firma riset dan konsultasi yang berbasis di Amerika Serikat—menyajikan analisis mendalam mengenai ekonomi Islam global senilai triliunan dolar di tujuh sektor utama: makanan halal, farmasi, kosmetik, mode sopan, pariwisata, media & rekreasi, serta keuangan syariah.

Laporan tersebut juga mencatat bahwa pengeluaran konsumen Muslim pada berbagai sektor halal—termasuk makanan, kosmetik, farmasi, fashion, perjalanan, serta media—mencapai US$2,43 triliun pada 2023 dan diperkirakan meningkat menjadi US$3,36 triliun pada 2028.

Sektor makanan halal menjadi kontributor terbesar dalam ekonomi halal global. Pasar makanan halal dunia diperkirakan bernilai lebih dari US$2,3 triliun pada 2024 dan diproyeksikan terus tumbuh hingga lebih dari US$5,2 triliun pada 2033, seiring meningkatnya populasi Muslim serta kesadaran konsumen terhadap standar keamanan dan kebersihan makanan.

Fenomena ini tidak hanya terjadi di negara mayoritas Muslim. Banyak negara non-Muslim mulai melihat industri halal sebagai peluang ekonomi strategis, baik melalui ekspor produk halal maupun pengembangan pariwisata ramah Muslim.

Di Asia Tenggara, misalnya, pemerintah Indonesia menargetkan percepatan pengembangan industri halal pada 2026 sebagai bagian dari strategi memperkuat ekosistem ekonomi halal nasional. Kepala badan sertifikasi halal Indonesia menyatakan bahwa sektor rantai nilai halal bahkan telah menyumbang sekitar 27 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia pada 2025.

Pertumbuhan ekonomi halal juga dipicu oleh perubahan perilaku konsumen global. Selain faktor religius, banyak konsumen non-Muslim mulai memilih produk halal karena dianggap lebih higienis, transparan, dan etis dalam proses produksinya.

Para analis industri memperkirakan bahwa gelombang pertumbuhan berikutnya akan didorong oleh teknologi digital, sertifikasi halal berbasis blockchain, serta investasi dalam sektor makanan, kosmetik, dan farmasi halal.

Dengan populasi Muslim dunia yang terus meningkat dan pasar global yang semakin terbuka terhadap produk halal, industri ini diperkirakan akan menjadi salah satu pilar penting dalam ekonomi global di masa depan.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image