Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image

Program MBG untuk Kepentingan Siapa?

Lainnnya | 2026-03-15 12:09:08
Oleh : Annisa Luthfi

Makanan Bergizi Gratis merupakan program yang dirancang oleh Presiden Prabowo untuk meningkatkan kesehatan, gizi, dan fokus belajar pada anak sekolah. Menteri koordinator (Menko) Bidang Pangan, Zulkifli Hasan menilai bahwa MBG sejalan dengan cita-cita kemerdekaan bangsa karena penguasaan sektor pangan menjadi kunci untuk menuntaskan kemiskinan struktural. Beliau menyebutkan bahwa sektor pangan wajib menjadi fondasi utama pembangunan.

Akan tetapi, fakta dilapangan tidak sejalan dengan narasi keberhasilan yang disampaikan. Banyak masyarakat yang menolak program MBG ini terutama akibat kekhawatiran akan keamanan pada makanan yang diberikan. Pasalnya, sudah ratusan pelajar sakit usai mengonsumsi MBG yang diberikan. Tak hanya itu, program MBG ini terkesan sangat dipaksakan akibat tetap berjalannya MBG saat bulan Ramadhan. Hal ini menimbulkan banyak pertanyaan, apakah memang MBG dinilai demi kepentingan masyarakat atau justru segelintir rezim?

Jika kita telusuri, persoalan MBG bukan hanya terletak pada pendistribusian saja melainkan menyangkut pada arah kebijakan publik. Pendanaan MBG yang sampai memotong anggaran pendidikan dan efisiensi anggaran dibeberapa sektor menunjukkan bahwa MBG membutuhkan sejumlah anggaran yang besar. Tapi, apa dampak keberhasilan sudah dirasakan sejauh ini? Apalagi tidak ada ruang terbuka untuk menyampaikan kritik terhadap program tersebut. Oleh karena itu, MBG dinilai berpotensi menjadi proyek para rezim dibandingkan menuntaskan permasalahan generasi.

Dalam Islam, kepemimpinan merupakan amanah yang nantinya akan dimintai pertanggungjawaban dihadapan Allah. Oleh karena itu, kebijakan yang dibuat harus benar-benar mengurus kebutuhan rakyat bukan hanya sekadar membuat program yang bersifat simbolis. Dalam sistem Islam, negara memiliki kewajiban dalam pemenuhan kebutuhan dasar, sandang, pangan, papan, kesehatan, pendidikan, dan keamanan. Dengan demikian, kesejahteraan akan diwujudkan melalui sebuah kepemimpinan Islam yang dipimpin oleh seorang Khalifah.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image