Sungai Klawing Tercemar, Siapa Bertanggung Jawab?
Lainnnya | 2026-03-13 21:18:15
Sungai memiliki peran penting bagi kehidupan masyarakat, termasuk di wilayah Purbalingga, Jawa Tengah. Salah satu sungai yang menjadi penopang aktivitas warga adalah Sungai Klawing, yang dimanfaatkan untuk kebutuhan rumah tangga, pertanian, hingga menjadi bagian dari ekosistem yang bermuara ke Sungai Serayu. Namun dalam beberapa tahun terakhir kondisi sungai ini mulai mengalami tekanan akibat pencemaran. Warga di sekitar aliran sungai melaporkan perubahan kondisi air, seperti warna yang semakin keruh serta munculnya bau tidak sedap. Situasi ini diduga berkaitan dengan pembuangan limbah ke sungai, baik dari aktivitas rumah tangga maupun dari usaha kecil seperti industri tahu yang belum memiliki pengolahan limbah yang memadai.
Mahasiswa dari Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Universitas Jenderal Soedirman, Meika Nur Faisha, mengatakan penurunan kualitas air tersebut tidak hanya berdampak pada kondisi lingkungan, tetapi juga memengaruhi kehidupan masyarakat yang selama ini bergantung pada sungai. Air yang keruh dan berbau membuat sebagian warga enggan lagi memanfaatkannya untuk kebutuhan sehari-hari. Selain itu, peningkatan limbah organik dapat memicu naiknya parameter kualitas air seperti BOD (Biochemical Oxygen Demand) dan COD (Chemical Oxygen Demand). Jika nilainya terlalu tinggi, kandungan oksigen terlarut di dalam air akan menurun sehingga dapat mengganggu kehidupan organisme perairan, bahkan memicu kematian ikan. Kondisi ini menunjukkan bahwa pencemaran sungai tidak hanya menjadi persoalan lingkungan, tetapi juga berpotensi menimbulkan dampak sosial dan ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Mahasiswa dari Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Universitas Jenderal Soedirman, Meika Nur Faisha, juga mengatakan perlu dilakukan upaya menjaga keberlanjutan Sungai Klawing secara bersama-sama. Pemerintah daerah perlu meningkatkan pengawasan terhadap pembuangan limbah ke badan air serta memastikan setiap kegiatan usaha memiliki instalasi pengolahan air limbah (IPAL). Di sisi lain, masyarakat juga perlu dilibatkan melalui edukasi mengenai pentingnya menjaga kebersihan sungai dan tidak membuang limbah secara sembarangan. Dengan pengawasan yang lebih ketat serta kesadaran bersama untuk melindungi lingkungan, Sungai Klawing diharapkan tetap dapat berfungsi sebagai sumber kehidupan bagi masyarakat Purbalingga di masa mendatang.
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
