Studi Keberlanjutan: Pemanfaatan Energi Surya di Perkotaan dan Pedesaan
Iptek | 2026-02-24 02:19:29
Dr. Susianah Affandy, M.Si
Ambassador Indonesian Woman In Nuclear
Energi surya merupakan salah satu sumber energi terbarukan yang paling menjanjikan di era transisi energi global, sejalan dengan target pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals/Sustainable Energy for All). Energi ini tidak hanya menawarkan solusi terhadap krisis energi dan perubahan iklim, tetapi juga membantu memperluas akses listrik di berbagai wilayah, baik di kawasan perkotaan maupun pedesaan yang terpencil. Konversi energi matahari menjadi listrik melalui teknologi fotovoltaik (photovoltaic/PV) telah menjadi fokus utama dalam penelitian ilmiah karena potensi cadangannya yang melimpah dan teknologi yang semakin efisien.
Potensi Energi Surya : Perkotaan dan Pedesaan
Indonesia sebagai negara tropis menerima radiasi matahari tinggi sepanjang tahun, sehingga menempatkan energi surya sebagai sumber energi strategis untuk pengembangan jangka panjang. Studi literatur menunjukkan bahwa potensi energi surya sangat besar dan dapat dimanfaatkan dalam skala rumah tangga maupun sistem pembangkit listrik skala besar (utility-scale) maupun kecil (distributed generation).
Di kawasan perkotaan, pemanfaatan energi surya lebih difokuskan pada instalasi rooftop photovoltaics dan sistem terintegrasi pada bangunan. Penelitian internasional menemukan bahwa cadangan energi surya pada permukaan bangunan urban sangat signifikan dan bila dikelola secara optimal dapat membantu menyediakan sebagian besar kebutuhan listrik kota besar, meskipun mitigasi bayangan antar bangunan dan orientasi struktur perlu diperhitungkan dalam perencanaan tata ruang.
Sementara itu, di daerah pedesaan, pemanfaatan energi surya berperan penting dalam mengatasi keterbatasan akses terhadap jaringan listrik utama. Studi ilmiah menyatakan bahwa sistem tenaga surya terdesentralisasi (misalnya PLTS mikro‐grid) mampu menyediakan sumber listrik yang andal sekaligus mendukung kegiatan produktif masyarakat, dari pendidikan hingga kesehatan.
Kriteria Keberlanjutan Energi Surya
Keberlanjutan pemanfaatan energi surya dilihat dari tiga aspek utama: teknis, lingkungan, dan sosial-ekonomi. Secara teknis, teknologi PV mengubah radiasi matahari langsung menjadi energi listrik melalui efek fotolistrik dalam sel silikon sehingga menghasilkan listrik tanpa emisi langsung dan tanpa bahan bakar fosil.
Dari perspektif lingkungan, energi surya menurunkan emisi karbon secara signifikan dibandingkan sumber energi konvensional, serta membantu memenuhi target net-zero emission nasional dan internasional. Selain itu, penelitian mendukung bahwa energi surya dapat berkontribusi pada pengurangan beban polusi udara di wilayah urban yang padat.
Sisi sosial-ekonomi menjadi elemen penting dalam keberlanjutan, terutama di pedesaan. Implementasi sistem tenaga surya di komunitas yang belum terjangkau listrik jaringan telah ditunjukkan berkontribusi pada penciptaan lapangan kerja lokal, peningkatan produktivitas rumah tangga, serta penurunan biaya energi jangka panjang. Di beberapa studi internasional, peningkatan pendapatan dan aspek kesejahteraan masyarakat terhadap energi terbarukan ini cukup signifikan.
Perbandingan Pemanfaatan di Perkotaan dan Pedesaan
Implementasi energi surya di perkotaan memiliki tantangan dan peluang tersendiri. Permukaan gedung yang luas dan orientasi atap berpotensi menjadi lokasi ideal instalasi PV, namun isu bayangan, pengaturan tata ruang, dan integrasi jaringan menjadi penghalang yang harus diatasi melalui perencanaan berkelanjutan.
Sebaliknya, di pedesaan, meskipun potensi radiasi sering lebih tinggi dan ruang terbuka relatif lebih besar, kendala utama meliputi keterbatasan akses modal, infrastruktur, serta keterbatasan teknis untuk pemeliharaan sistem. Untuk menjamin keberlanjutan, kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan sektor swasta menjadi faktor kunci dalam pengembangan solusi teknologi yang ramah biaya dan mudah dioperasikan.
Arah Kebijakan dan Rekomendasi
Beberapa kajian menunjukkan bahwa kebijakan nasional perlu menyusun insentif yang strategis untuk mempercepat adopsi teknologi tenaga surya, baik di perkotaan maupun pedesaan. Termasuk di antaranya adalah subsidi instalasi, pembiayaan mikro untuk rumah tangga berpenghasilan rendah, serta integrasi sistem PV dengan jaringan listrik nasional (grid-connected PV).
Selain itu, penelitian global menggarisbawahi pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk memperluas investasi, meningkatkan kapasitas lokal dalam instalasi dan pemeliharaan, serta mengembangkan model bisnis yang berkelanjutan untuk sistem tenaga surya di komunitas pedesaan yang terpencil.
Kesimpulan
Pemanfaatan energi surya di perkotaan dan pedesaan memiliki kontribusi yang signifikan dalam pencapaian energi berkelanjutan dan pengentasan kesenjangan energi. Teknologi PV terus berkembang dan menjadi solusi yang semakin kompetitif secara teknis maupun ekonomi. Upaya advokasi kebijakan publik, investasi infrastruktur, dan penyebaran pengetahuan teknis harus terus diperkuat agar energi surya dapat dimanfaatkan secara merata dan berkelanjutan di semua wilayah Indonesia. Keberlanjutan energi surya bukan hanya soal teknologi, tetapi juga hasil dari perencanaan holistik yang mendorong inklusivitas dan kesejahteraan masyarakat luas.
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
