Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Marisya Listiani

Diskusi dan Presentasi Mahasiswa Semester 6 Warnai Lokakarya Artistik

Sastra | 2026-02-12 21:49:44
Gambar ini diambil dari Atlanticdryice

Pestarama PBSI UIN Jakarta menyelenggarakan Lokakarya 4, yakni Lokakarya Artistik, pada Rabu, 11 Februari 2026. Lokakarya Artistik juga diwarnai diskusi aktif antara peserta dan pemateri. Dalam sesi tanya jawab, dibahas mengenai fleksibilitas penggunaan jenis panggung dalam satu naskah, serta kemungkinan modifikasi bentuk panggung proscenium dan arena menjadi panggung thrust.

Lokakarya berlangsung dinamis melalui sesi tanya jawab dan presentasi konsep artistik dari masing-masing kelas. Sesi tanya jawab menjadi ruang diskusi yang hidup antara peserta dan pemateri.

Moderator mengajukan pertanyaan mengenai kemungkinan satu naskah dipentaskan di berbagai jenis panggung. Dijelaskan bahwa tidak ada naskah yang mutlak hanya untuk satu bentuk panggung tertentu. Pemilihan panggung, baik proscenium, arena, maupun bentuk lainnya, sepenuhnya merupakan keputusan sutradara yang disesuaikan dengan kebutuhan artistik dan konsep produksi.

Pertanyaan berikutnya membahas perubahan bentuk panggung proscenium atau arena. Pemateri kemudian menjelaskan adanya bentuk panggung thrust atau kras sebagai alternatif yang memungkinkan interaksi lebih dekat antara pemain dan penonton.

Dari Kelas 6C, Taufik mengangkat pertanyaan mengenai pilihan penggunaan lukisan atau proyektor sebagai latar pementasan. Dalam tanggapannya, pemateri menyarankan penggunaan teknik lukisan dengan sistem layer karena dinilai memiliki kekuatan visual dan kedalaman artistik yang lebih kuat dibandingkan proyeksi digital yang cenderung instan.

Sementara itu, Wildan dari kelas 6C menanyakan mengenai penggunaan hand property dalam naskah bertema burung, khususnya apakah properti tangan tetap relevan digunakan dalam konsep pementasan tersebut. Dijelaskan bahwa penggunaan handprop tetap memungkinkan selama mendukung karakter, memperkuat simbolisasi, dan sesuai dengan keputusan tim produksi.

Selain sesi diskusi, peserta juga mempresentasikan konsep artistik masing-masing kelas. Mahasiswa semester 6 dari Kelas 6C memaparkan konsep Musyawarah Burung dengan latar lembah bernuansa alam yang mendukung perjalanan simbolik tokoh-tokohnya. Kelas 6B menjelaskan konsep Robohnya Surau Kami secara runtut dari awal hingga akhir adegan, dengan penekanan pada suasana religius dan dramatik. Kelas 6A mempresentasikan rancangan artistik Sumur Tanpa Dasar dengan tiga latar berbeda yang disusun mengikuti perkembangan alur cerita.

Kegiatan ini menunjukkan partisipasi aktif peserta sekaligus memperkuat pemahaman bahwa tata artistik merupakan bagian integral dalam proses produksi pementasan teater.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image