Literasi Keuangan Sejak Dini: Membangun Harapan dengan Menabung
Pendidikan | 2026-02-09 21:49:03Literasi keuangan merupakan keterampilan hidup yang memiliki peran penting dalam membentuk masa depan seseorang. Pemahaman mengenai nilai uang, cara mengelola pengeluaran, serta kemampuan membedakan antara kebutuhan dan keinginan perlu ditanamkan sejak usia dini. Namun demikian, tidak semua anak memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh pemahaman tersebut, terutama anak-anak yang tumbuh dalam keterbatasan lingkungan dan akses pendidikan.
Berangkat dari kesadaran akan pentingnya literasi keuangan sejak dini, Mahasiswi Universitas Pamulang melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di Panti Asuhan Mizan Amanah. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi literasi keuangan dasar secara sederhana, aplikatif, dan mudah dipahami agar dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari anak-anak.
Materi utama yang disampaikan dalam kegiatan ini adalah pemahaman mengenai perbedaan antara kebutuhan dan keinginan. Konsep ini menjadi fondasi penting dalam membangun pola pikir finansial yang sehat. Anak-anak diajak memahami bahwa kebutuhan merupakan hal yang harus dipenuhi untuk menunjang kehidupan, seperti makanan, pendidikan, dan pakaian, sedangkan keinginan bersifat tambahan dan tidak selalu harus dipenuhi secara langsung.
Melalui diskusi interaktif dan contoh-contoh sederhana yang dekat dengan keseharian mereka, anak-anak mulai memahami pentingnya menentukan prioritas dalam menggunakan uang. Mereka diajak menyadari bahwa mengelola keuangan bukan berarti tidak boleh memiliki keinginan, melainkan belajar mengatur waktu dan cara yang tepat untuk mewujudkannya. Dari proses ini, anak-anak dilatih untuk berpikir lebih bijak dan bertanggung jawab dalam menggunakan uang yang mereka miliki.
Agar pembelajaran tidak berhenti pada tataran teori, kegiatan ini dilengkapi dengan aktivitas praktik berupa pembuatan celengan. Kegiatan ini menjadi salah satu sesi yang paling menarik perhatian anak-anak karena melibatkan kreativitas dan keterampilan tangan. Celengan yang dibuat tidak hanya menjadi hasil karya, tetapi juga simbol awal dalam membangun kebiasaan menabung.
Melalui penggunaan celengan tersebut, anak-anak diajarkan bahwa menabung tidak harus dimulai dari jumlah yang besar. Kebiasaan menyisihkan uang secara rutin, meskipun dalam jumlah kecil, merupakan langkah awal yang penting dalam membangun kedisiplinan, kesabaran, dan tanggung jawab. Setiap uang yang disimpan menjadi bentuk komitmen terhadap tujuan yang ingin mereka capai di masa depan.
Dalam sesi refleksi, anak-anak juga diajak untuk berbagi cerita mengenai cita-cita dan harapan mereka. Beberapa di antaranya memiliki keinginan untuk melanjutkan pendidikan setinggi mungkin, memiliki profesi tertentu, serta mampu membantu orang lain di masa depan. Dari sesi ini terlihat bahwa anak-anak memiliki impian besar meskipun berada dalam keterbatasan. Literasi keuangan kemudian diperkenalkan sebagai salah satu cara untuk membantu mereka menyusun langkah-langkah kecil menuju impian tersebut.
Bagi tim pelaksana, kegiatan pengabdian ini bukan sekadar bentuk pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi, tetapi juga menjadi pengalaman pembelajaran yang bermakna. Interaksi langsung dengan anak-anak panti asuhan memberikan pemahaman bahwa edukasi yang tepat sasaran dapat memberikan dampak positif jangka panjang. Literasi keuangan tidak hanya berkaitan dengan pengelolaan angka, tetapi juga berperan dalam membentuk karakter disiplin, perencanaan, dan tanggung jawab dalam kehidupan.
Kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran bahwa setiap anak memiliki potensi untuk membangun masa depan yang lebih baik. Dengan pemahaman keuangan yang sederhana serta kebiasaan menabung sejak dini, anak-anak dapat belajar mengelola sumber daya yang mereka miliki secara bijak dan bertanggung jawab.
Pada akhirnya, menabung bukan hanya tentang menyimpan uang, tetapi juga menyimpan harapan. Dari kebiasaan kecil yang dilakukan hari ini, anak-anak belajar bahwa impian dapat diraih melalui proses, konsistensi, dan usaha yang berkelanjutan. Melalui literasi keuangan dan kebiasaan menabung sejak dini, anak-anak Panti Asuhan Mizan Amanah diharapkan dapat terus menyusun impian mereka dan melangkah dengan keyakinan menuju masa depan yang lebih cerah.
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
